Selasa, Januari 13, 2026
BerandaBeritaMiris, Nenek Tasih Bertahan Hidup di Rumah Tak Layak Huni

Miris, Nenek Tasih Bertahan Hidup di Rumah Tak Layak Huni

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Kondisi memprihatinkan dialami seorang nenek bernama Tasih, warga Kampung Cilegon, Desa Babakan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang. Perempuan paruh baya tersebut hingga kini masih tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni.

Bangunan tempat tinggalnya beratapkan bocor dan berdinding anyaman bambu yang telah lapuk dimakan usia. Saat hujan deras turun, lantai tanah di dalam rumah menjadi licin sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari.

Tasih diketahui hidup seorang diri di gubuk reyot tersebut tanpa pendamping keluarga. Dalam kesehariannya, nenek Tasih lebih banyak berbaring.

Baca Juga: Sejak 2018, Pemkab Serang Telah Bedah 12.351 Rumah Tak Layak Huni

Untuk berpindah tempat, ia sesekali merangkak dengan bantuan tongkat kayu menuju amben bambu yang menjadi tempat tidurnya.

Kondisi rumah yang tidak memadai membuatnya semakin rentan, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Akibat atap rumah yang bocor, perabotan milik Tasih kerap basah. Dinding rumah yang terbuat dari bambu pun kini semakin rapuh dan tidak mampu menahan air hujan.

Nenek Tasih bertahan hidup di rumah tak layak huni (Bantentv.com/ Imron)
Nenek Tasih bertahan hidup di rumah tak layak huni (Bantentv.com/ Imron)

“Kalau hujan pasti bocor, rumahnya udah lapuk,” ujar Tasih.

Di tengah kondisi hidup yang serba kekurangan, Tasih mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah dan tidak tercatat sebagai penerima bantuan di desa tempatnya tinggal.

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia hanya mengandalkan kepedulian tetangga di sekitar rumah. Meski demikian, nenek Tasih menyatakan tetap ikhlas dengan keadaan yang dijalaninya.

“Engga, belum pernah dapat bantuan. Kalau dikasih ya bersyukur, tapi kalau tidak juga gak apa,” tuturnya.

Berdasarkan informasi warga sekitar, usia Tasih saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 120 tahun.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -