Pandeglang, Bantentv.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Kabupaten Pandeglang memiliki tradisi khas untuk menyambutnya. Salah satunya adalah tradisi Munggahan Mapag yang hingga kini masih dilestarikan oleh warga Kecamatan Menes.
Tradisi ini menjadi momen kebersamaan sekaligus refleksi diri sebelum memasuki bulan puasa. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak di kawasan Alun-alun Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
Beragam kegiatan dilakukan dalam tradisi tersebut, mulai dari doa bersama hingga makan bersama atau babacakan. Warga membawa aneka hidangan khas Sunda seperti nasi liwet, lauk-pauk tradisional, serta berbagai kue rumahan untuk disantap bersama.
Baca Juga: Munggahan, Tradisi Sambut Ramadan dari Sunda
Salah seorang warga Kecamatan Menes, Ida Farida, mengatakan tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
“Ini makan bersama bukan cuman seremoni saja, tapi ini juga sebagai saran mempererat silaturahmi dan nilai kebersamaan. Ini juga sebagai bentuk edukasi buat anak-anak muda biar nggak hilang gitu tradisi ini,” ujar Ida.
Baca Juga: Masyarakat Desa Teluklada Kabupaten Pandeglang Gelar Ritual ‘Mapag Sri’
Sementara itu, Camat Menes Usep Sudarmana mengungkapkan tradisi Munggahan Mapag Ramadan ini telah dilaksanakan untuk keempat kalinya. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Alhamdulillah tradisi Munggahan Mapag Ramadan berjalan lancar, warga juga pada seneng, ini udah yang keempat kalinya sebelum puasa makan bersama gini,” kata Usep Camat Menes.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang kuat, tradisi Munggahan Mapag menjadi cerminan kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menyambut datangnya bulan Ramadan.
Editor : Erina Faiha