BerandaBeritaMBG Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah, Begini Skemanya!

MBG Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah, Begini Skemanya!

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berlangsung selama masa libur sekolah pada Desember hingga awal Januari 2026.

Pernyataan ini disampaikan untuk memastikan para penerima manfaat tetap memperoleh asupan gizi meskipun kegiatan belajar mengajar sedang tidak berjalan.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan sejumlah alternatif penyaluran agar layanan tetap optimal selama periode liburan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengkaji beberapa opsi teknis penyaluran selama libur sekolah.

Di antaranya adalah pengiriman langsung makanan bergizi ke rumah siswa (delivery) atau mekanisme pengambilan menu di sekolah bagi siswa yang bersedia datang.

BGN juga akan meminta satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk melakukan pendataan secara rinci terhadap siswa yang memilih mengambil makanan secara langsung maupun yang membutuhkan layanan pengantaran.

“Jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah, jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery (pengantaran) ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” ucap Dadan, dikutip dari CNN Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Perluas Program MBG, Lansia hingga Anak Jalanan Masuk Daftar Penerima

Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG selama libur sekolah sepenuhnya bergantung pada kesepakatan antara pihak sekolah dan siswa.

Ia memastikan tidak ada unsur paksaan bagi siswa untuk datang ke sekolah selama masa liburan.

“Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah ya kita kasih, kalau tidak mau ya tidak kita kasih. Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah,” ujar Nanik.

Menurut Nanik, menu yang diberikan selama libur sekolah dapat disesuaikan agar lebih tahan lama. Bentuknya tidak lagi berupa makanan olahan, melainkan bahan kering yang praktis dan mudah disimpan.

“MBG menjadi bahan kering (bukan olahan), misalnya buah, susu, roti (buatan UMKM), dan telur. Telurnya biar awet pakai telor asin. Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Ambilnya di sekolah,” kata Nanik.

Selain siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita yang termasuk dalam kategori kelompok 3B tetap menerima manfaat tanpa perubahan mekanisme.

Program MBG ini diketahui telah berjalan hampir satu tahun sejak diluncurkan pada Januari 2025.

“Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa,” ujar Dadan.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -