Serang, Bantentv.com – Madrasah Aliyah Negeri 1 Serang atau MAN 1 Serang yang berada di Kecamatan Kragilan kembali menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat dalam rangka menyambut Ramadan 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya MAN 1 Serang untuk memperkuat ukhuwah islamiyah di kalangan siswa sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan selama bulan suci.
Pesantren kilat yang dilaksanakan pada 11 hingga 13 Maret 2026 tersebut diikuti oleh seluruh siswa MAN 1 Serang.
Para peserta berasal dari berbagai tingkat kelas yang ada di madrasah tersebut. Melalui kegiatan ini, MAN 1 Serang berupaya menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih religius sekaligus memperdalam wawasan keislaman para siswa.
Kepala MAN 1 Serang, Momon Andri Winata, menjelaskan bahwa selama kegiatan berlangsung para siswa mendapatkan berbagai materi keagamaan yang berkaitan dengan bulan Ramadan.
Materi yang disampaikan antara lain tentang makna puasa, keutamaan malam Lailatul Qadar, hingga peristiwa Nuzulul Qur’an.
“Ramadan bukan hanya bulan puasa dan ibadah fisik, tapi juga momentum untuk menyemai benih ilmu yang akan tumbuh menjadi pohon keimanan yang kokoh,” ungkapnya Sabtu 14 Maret 2026.
Menurutnya, kegiatan pesantren kilat di MAN 1 Serang tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk memperdalam ilmu agama serta meningkatkan kualitas ibadah.
Ia pun mengajak seluruh guru dan siswa MAN 1 Serang untuk memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal.

“Mari kita tingkatkan kualitas ibadah dengan ilmu, hafalkan Al-Qur’an lebih dalam, pahami fiqih puasa, dan terapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Kegiatan pesantren kilat ini memang telah menjadi agenda tahunan di MAN 1 Serang setiap memasuki bulan Ramadan. Melalui program tersebut, MAN 1 Serang berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang kuat serta karakter yang baik.
“Bayangkan, jika setiap santri keluar dari sini dengan semangat baru, MAN 1 Serang akan menjadi madrasah teladan yang menghasilkan generasi Qur’ani unggul,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan Pesantren Ramadan di MAN 1 Serang dapat menjadi amal jariyah bagi siswa maupun para guru karena menjadi sarana untuk memperdalam ilmu keagamaan di lingkungan sekolah.
“Jangan sampai kita hanya mendapat lapar dan dahaga karena kurangnya ilmu tentang adab dan pembatal pahala puasa. Menuntut ilmu di bulan Ramadhan memiliki nilai jihad,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan pesantren Ramadan di MAN 1 Serang tidak sekadar formalitas. Program tersebut juga menjadi momen bagi siswa untuk kembali mengisi semangat belajar yang mungkin sempat menurun selama menjalani ibadah puasa.
“Lelahnya orang yang belajar saat berpuasa adalah lillah yang berlipat ganda pahalanya. Sebagai siswa madrasah, mereka adalah etalase generasi muda Islam di Serang,” pungkasnya.