BerandaBeritaLansia di Kampung Pekijing Diajak Asah Kreativitas Lewat Melukis

Lansia di Kampung Pekijing Diajak Asah Kreativitas Lewat Melukis

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Usia senja tidak menjadi penghalang bagi para lansia di Kota Serang untuk tetap aktif dan produktif. Di Kampung Pekijing, Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan, puluhan lansia kini mengisi waktu dengan kegiatan melukis yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dipercaya mampu membantu menjaga kesehatan mental dan daya ingat.

Belasan lansia tampak antusias memadukan warna di atas kanvas putih. Dengan penuh semangat, mereka belajar melukis berbagai motif, mulai dari pemandangan alam hingga gambar sederhana lainnya.

Baca Juga: Bikin Haru, Siswi CMBBS Lelang Lukisan demi Misi Sosial

Kegiatan melukis itu merupakan bagian dari program Bina Keluarga Lansia (BKL) yang digerakkan oleh PKK setempat. Melalui kolaborasi bersama komunitas seni rupa, para lansia diajak untuk ikut terlibat langsung dalam proses melukis, bukan hanya menjadi penonton.

Program tersebut juga disebut memiliki manfaat psikologis bagi para lansia. Selain menjadi sarana hiburan, melukis dinilai mampu membantu melatih konsentrasi, mengingat warna, hingga menjaga kemampuan motorik di usia lanjut.

Salah satu peserta, Arni (57), terlihat menikmati proses melukis didampingi rekannya, Rumiah. Dengan tenang, ia menyelesaikan lukisan bertema alam yang dibuatnya di atas kanvas.

“Saya senang bisa ikut melukis seperti ini, saya sangat menikmati,” ujar Arni.

Lansia di Kampung Pekijing diajak asah kreativitas lewat melukis (Foto: Bantentv.com/ Jaya)
Lansia di Kampung Pekijing diajak asah kreativitas lewat melukis (Foto: Bantentv.com/ Jaya)

Penggerak Kampung Pekijing, Edi Suryadi, mengatakan kegiatan melukis tersebut bermula dari kerja sama dengan komunitas seni rupa yang kerap datang ke wilayah tersebut.

Dari situ muncul gagasan untuk melibatkan para lansia agar ikut menggoreskan warna di atas kanvas.

Menurut Edi, melukis memiliki dampak positif bagi kesehatan psikologis para lansia, terutama sebagai terapi kognitif untuk membantu menjaga fungsi otak tetap aktif.

Pada awal pelaksanaan, kata Edi, tidak sedikit lansia yang merasa minder dan ragu mengikuti kegiatan tersebut karena menganggap usia mereka sudah tidak lagi cocok untuk belajar melukis.

“Banyak dari mereka yang merasa gak pd, merasa sudah bukan masanya, tapi perlahan mereka tertarik untuk ikut menggoreskan warna,” kata Edi Suryadi.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan melukis justru menjadi aktivitas yang dinantikan para lansia.

Kanvas-kanvas yang mereka hasilkan bukan semata soal keindahan, melainkan menjadi bukti bahwa di usia senja mereka tetap mampu berkarya, merasa dihargai, dan menikmati kebahagiaan bersama.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -