BerandaBeritaKreativitas Jadi Cuan, Pengrajin Buket di Pandeglang Kebanjiran Omzet di Tengah Musim...

Kreativitas Jadi Cuan, Pengrajin Buket di Pandeglang Kebanjiran Omzet di Tengah Musim Kelulusan Sekolah

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Momentum kelulusan dan perpisahan sekolah tidak hanya menjadi momen penuh haru bagi siswa dan orang tua. Di balik suasana perpisahan tersebut, musim kelulusan juga membawa berkah bagi para pelaku usaha buket di Kabupaten Pandeglang.

Tingginya permintaan buket sebagai hadiah kelulusan membuat sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang kerajinan tangan kebanjiran pesanan. Beragam jenis buket menjadi pilihan favorit masyarakat untuk diberikan kepada siswa yang merayakan kelulusan maupun wisuda.

Berbagai model buket kini tersedia dengan pilihan yang beragam, mulai dari buket bunga segar, bunga artificial, boneka wisuda, makanan ringan atau snack, hingga buket uang.

Baca Juga: Manfaatkan Waktu Luang, Wali Murid PAUD Al-Huda Walantaka Raup Cuan dari Bisnis Buket

Produk-produk tersebut banyak dijajakan di sekitar lokasi perpisahan sekolah untuk menarik minat pembeli. Harga buket yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya.

Salah satu pengrajin buket asal Pandeglang, Elis, mengaku telah menjalankan usaha kreatif tersebut sejak 2018. Menurutnya, periode Mei hingga Juli menjadi masa yang paling dinantikan karena permintaan buket meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.

“Saya setiap hari jualan, tapi momen wisuda ini adalah momen tahunan yang bisa dibilang ‘lebarannya’ pengrajin buket. Mulai dari wisuda kampus di akhir tahun, sampai kelulusan sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA di pertengahan tahun seperti sekarang,” ujar Elis, Sabtu, 6 Juni 2026.

Sejumlah penjual buket raup cuan di acara kelulusan sekolah
Sejumlah penjual buket raup cuan di acara kelulusan sekolah

Elis mengungkapkan, dalam satu musim kelulusan dirinya mampu memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta. Meski persaingan usaha buket semakin ketat, ia memilih memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah untuk meningkatkan penjualan.

“Persaingan bisnis ini memang semakin kesini semakin ketat karena peminatnya banyak. Makanya, saya tidak hanya berjualan di wilayah Pandeglang saja, tapi juga berburu momen sampai ke Rangkasbitung (Lebak), Serang, hingga Cilegon,” tambahnya.

Menurut Elis, buket uang dan selempang gelar masih menjadi produk yang paling diminati pelanggan. Selain memiliki tampilan menarik, jenis buket tersebut juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembeli.

Geliat positif bisnis buket juga dirasakan oleh pengrajin muda, Rifki Maulana. Ia menilai usaha buket menjadi salah satu peluang ekonomi kreatif yang cukup menjanjikan bagi generasi muda, terutama saat musim kelulusan sekolah berlangsung.

Rifki mengaku omzet yang diperolehnya saat momen kelulusan meningkat berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa. Permintaan buket yang tinggi membuat penjualannya mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

“Kalau hari biasa atau lagi sepi, paling saya dapat Rp400 ribu sampai Rp500 ribu rupiah. Tapi kalau momen wisuda dan kelulusan sekolah lagi ramai begini, omzet sehari bisa tembus kisaran Rp1 juta sampai Rp1,5 juta rupiah,” beber Rifki.

Menjamurnya stan buket di berbagai acara perpisahan sekolah menjadi gambaran bagaimana kreativitas mampu menciptakan peluang usaha yang menjanjikan.

Dari momen kelulusan yang penuh kenangan, para pelaku usaha buket di Pandeglang berhasil memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengembangkan usaha mereka.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -