Serang, Bantentv.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan sebuah investasi jangka panjang guna membangun Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Generasi Emas 2045. Hal ini terungkap dalam talkshow Dialog Khusus gizi dan literasi digital, fondasi menuju Indonesia emas 2045 Provinsi Banten yang diselenggarakan Banten TV bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jumat, 24 Oktober 2025.
Dalam dialog yang menghadirkan 3 narasumber yakni Plt. Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Banten Arif Agus Rakhman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, dan Pelaksana Tugas Kepala Bidang SMA pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Adang Abdurahman tersebut ditekankan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan intervensi digital, serta perlu disandingkan pula dengan perlindungan anak di ruang digital.
Baca Juga: Wali Kota Serang Dukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo
MBG: Fondasi Gizi dan Penggerak Ekonomi Lokal
Narasumber dari Dindikbud dan Dinkes sepakat bahwa MBG adalah wujud nyata Asta Cita ke-4 Pemerintahan Presiden Prabowo-Wapres Gibran untuk memperkuat SDM Indonesia khususnya di Banten.
Keduanya menilai program MBG menjadi ikhtiar nyata pemerintah ditingkat pusat dan daerah untuk memastikan setiap anak mendapatkan gizi yang layak agar mereka tumbuh dengan sehat dan memiliki daya saing di masa depan.
“Bahwa program MBG ini memang menyiapkan SDM unggul terutama anak-anak kita yang akan menggantikan kita kedepan, dipersiapkan dulu dari segi kesehatannya, gizinya, sehingga diharapkan dengan gizi yang baik ini akan menghasilkan generasi yang mempunyai IQ dan EQ yang bagus,” jelas Adang.

Respon positif juga disampaikan Kadinskes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, ia menilai disamping mampu membudayakan perilaku hidup sehat dengan mengkonsumsi makan bergizi dan seimbang, program ini juga mampu membangun ekosistem lapangan kerja baru serta mengembangkan kemandirian dan ketahanan pangan lokal.
“Rata-rata (bahan pangan) berasal dari pangan lokal yang ada disekitar wilayahnya, termasuk adalah umkm-umkm. Bayangkan berapa banyak telur dibutuhkan dalam sebulan saja itu sangat bermanfaat bagi para pedagang umkm telur, bahkan mereka berlomba-lomba dari satu pemasok bahan mentah menjadi lebih dari 10 orang pekerja untuk bisa mensubsidi kebutuhan SPPG yang ada,”
Transparansi dan Akuntabilitas Melalui Digitalisasi
Guna menjamin transparansi dan keamanan pangan, ketiga dinas di Banten telah memperkuat koordinasi dan implementasi digitalisasi.
Dinas Kesehatan memastikan bahan pangan yang dipasok UMKM memenuhi standar gizi dan higienitas, termasuk percepatan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara itu, Diskominfo Banten mengambil peran penting dalam mensosialisasikan program MBG sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan MBG kepada masyarakat.
“Strategi kami adalah bahwa terus melakukan distribusi pengetahuan , informasi kepada masyarakat tentang kebermanfaatan dari program MBG ini. Nah perlu kami jelaskan bahwa makan bergizi gratis itu bukan hanya sekedar memenuhi asupan gizi, tetapi memastikan setiap anak tumbuh dengan sehat dan kuat sehingga kita bisa mendambakan SDM emas di 2045 bisa terealisasi,” terang Arif
Dialog ini menegaskan komitmen Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran bersama Pemprov Banten dalam membangun SDM yang utuh dengan memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi seimbang sejak dini guna mencetak generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.