Serang, Bantentv.com – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang capaian penemuan kasus TBC sudah mencapai 99 persen. Ini melampaui target nasional 95 persen.
Ketua Tim P2PM Dinkes Kota Serang Usep Khudory menyebutkan lonjakan ini menunjukkan keberhasilan deteksi dini. Namun, ini juga menjadi peringatan agar masyarakat tidak abai terhadap pengobatan.
“Masalah utama bukan di ketersediaan obat, tapi pada kedisiplinan pasien. Banyak yang berhenti minum obat di tengah jalan karena merasa sudah sehat. Padahal pengobatan TBC minimal enam bulan dan harus tuntas,” ujar Usep.
Data Dinkes mencatat dari total 3.146 kasus 82 persen pasien TBC telah memulai pengobatan. Tingkat keberhasilan pengobatan pada tahun sebelumnya mencapai 92 persen.
Baca Juga: TBC Masih Jadi Masalah Kesehatan Serius di Kota Serang
Namun masih ditemukan 41 pasien meninggal dunia akibat pengobatan yang tidak diselesaikan.
Menurut Usep, sebagian besar kasus TBC ditemukan di wilayah Kasemen, Walantaka, Kilasah, Singandaru dan Serang Kota. Tempat-tempat ini menjadi daerah kantung penularan.
Faktor lingkungan padat dan perilaku hidup bersih yang belum optimal turut mempercepat penyebaran.
Untuk menekan penularan, Dinkes tengah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) dan draf surat keputusan kelurahan tanggap TBC di 67 kelurahan.
“Walaupun SK-nya masih tahap draf, pelaksanaannya sudah berjalan. Kami tidak menunggu administrasi selesai, yang penting masyarakat bisa cepat mendapatkan pelayanan,” kata Usep.
Program ini akan dikolaborasikan dengan Bappeda, Puskesmas dan kader kesehatan agar penanganan dapat menjangkau masyarakat secara menyeluruh.
Selain itu dinkes juga menggandeng organisasi penabulu dalam pemantauan pasien dan edukasi kepatuhan minum obat. Program terapi pencegahan TBC (TPT) bagi kontak serumah juga berjalan dengan capaian 31 persen dari total 3.230 target penerima. Terutama di puskesmas Singandaru dan puskesmas Banten girang yang menunjukkan hasil tertinggi.
Editor : Erina Faiha