Selasa, Februari 17, 2026
BerandaBeritaJalan Nasional Rusak Parah, Warga Lebak Keluhkan Risiko Kecelakaan

Jalan Nasional Rusak Parah, Warga Lebak Keluhkan Risiko Kecelakaan

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Kondisi jalan nasional di Kabupaten Lebak, Banten, semakin memprihatinkan. Kerusakan parah berupa lubang-lubang besar di Jalan Raya By Pass Soekarno-Hatta serta ruas Rangkasbitung–Pandeglang dikeluhkan warga dan para pengguna jalan nasional karena dinilai membahayakan keselamatan, terutama saat musim hujan.

Pantauan di lokasi pada Kamis pagi, 5 Februari 2026, menunjukkan sejumlah lubang besar menganga di sepanjang Jalan Raya Nasional By Pass Soekarno-Hatta.

Kedalaman lubang bervariasi, mulai dari sekitar 20 hingga 30 sentimeter, sehingga cukup berisiko bagi kendaraan yang melintas di jalan nasional tersebut.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan, Polisi Perbaiki Jalan Rusak Serang–Tangerang

Kondisi serupa juga terlihat di ruas Jalan Rangkasbitung–Pandeglang yang merupakan jalur utama penghubung antardaerah.

Ruas jalan nasional ini menjadi salah satu akses vital bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian, namun kerusakan yang terjadi justru terus bertambah.

Saat hujan turun, lubang-lubang di jalan nasional kerap tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

Warga Lebak mengeluhkan risiko kecelakaan akibat kondisi jalannasional yang rusak parah (Bantentv.com/ Nano)
Warga Lebak mengeluhkan risiko kecelakaan akibat kondisi jalannasional yang rusak parah (Bantentv.com/ Nano)

Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor serta pengguna jalan dari luar daerah yang tidak mengetahui kondisi jalan.

Salah satu pengguna jalan, Hendrik, menyampaikan bahwa kerusakan jalan nasional tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir dan terus memburuk.

Padahal, jalan tersebut merupakan jalur utama yang menopang mobilitas warga serta distribusi ekonomi.

“Sekarang lubangnya makin besar. Ini jalan nasional, jalur utama ke Jakarta. Harus segera diperbaiki sebelum ada korban jiwa,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan pengguna jalan lainnya, Budi, pengendara asal Kabupaten Pandeglang yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik di Kecamatan Citeras.

Ia mengungkapkan bahwa kerusakan jalan nasional terjadi hampir di seluruh ruas yang dilaluinya setiap hari.

“Setiap hari saya lewat dari Pandeglang ke Citeras. Jalan berlubang bukan cuma di satu titik, tapi dari Kadu Banen sampai Rangkasbitung hampir semuanya rusak. Kalau habis hujan, lubangnya ketutup air, sangat berbahaya,” ujarnya

Ia menilai kondisi tersebut sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan berarti. Minimnya penerangan jalan di malam hari dinilai semakin memperparah risiko kecelakaan di jalan nasional yang rusak tersebut.

“Harapan saya jalan ini segera diperbaiki, minimal diaspal ulang. Malam hari lebih parah karena gelap,” tambahnya.

Warga dan para pengguna jalan berharap pemerintah pusat serta instansi terkait segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk memperbaiki ruas jalan nasional di Kabupaten Lebak.

“Perbaikan dinilai mendesak guna menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur strategis tersebut,” tuturnya

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -