Bantentv.com – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah sebuah video yang memperlihatkan sejumlah aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dalam kondisi tangan terikat dan diminta berlutut. Video tersebut kemudian menjadi perhatian karena diduga menampilkan seorang warga negara Indonesia (WNI).
Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, mengatakan pihaknya hingga kini belum dapat memastikan keberadaan WNI dalam rekaman tersebut.
Baca Juga: Delegasi Indonesia Siap Berlayar dalam Misi Global Sumud Flotilla ke Gaza
Namun, berdasarkan pengamatan sejumlah anggota Dewan Pengarah GPCI, terdapat dugaan kuat bahwa salah satu sosok dalam video merupakan relawan asal Indonesia.
“GPCI sendiri, kan pernyataan resminya kemarin itu belum bisa memastikan ya, ada atau tidaknya WNI di dalam video itu, tapi sepenglihatan beberapa Dewan Pengarah, salah satunya Ibu Maimon Ketua Koordinator Dewan Pengarah juga menyebut diduga ada satu, karena kemiripan baju, gitu,” ujar Harfin, Kamis, 21 Mei 2026 yang dikutip dari ctd.insider.
Baca Juga: Relawan Global Menuju Gaza: Indonesia Kirim 33 Delegasi Ikut Berlayar
Menurut Harfin, sosok yang diduga merupakan WNI tersebut adalah Hendro Prasetyo, salah satu relawan yang ikut dalam misi kemanusiaan GSF 2.0. Dugaan itu muncul karena pakaian yang dikenakannya dalam video serupa dengan pakaian yang terakhir kali digunakan saat berada di atas kapal.
“Diduganya atas nama Hendro. Hendro ada, bajunya sama soalnya,” katanya.
Berdasarkan pengamatan GPCI, sosok yang diduga Hendro tampak pada detik ke-16 video, berada di barisan paling belakang dengan mengenakan pakaian berwarna hijau kebiruan.
Baca Juga: Kemlu RI Pastikan Pemantauan 30 WNI di Misi Global Sumud Flotilla Gaza
Harfin menjelaskan, Hendro merupakan salah satu relawan yang berada di atas kapal Kaskas Sadabad, kapal yang dilaporkan mengalami pencegatan oleh otoritas Israel pada Selasa malam sekitar pukul 23.50 waktu setempat.
“Kapal Kaskas Sadabad, yang terakhir di Intercept. Yang terakhir di Intercept 23.50an,” katanya.
Baca Juga: Apa yang Terjadi pada 443 Relawan Global Flotilla Setelah Diserang Israel?
Sementara itu, GPCI terus berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi para relawan serta mempercepat proses pemulangan WNI yang terlibat dalam misi tersebut.
Pada hari yang sama, GPCI juga dijadwalkan bertemu dengan Kementerian Luar Negeri guna membahas langkah-langkah koordinasi terkait perlindungan dan pemulangan WNI.
Editor : Erina Faiha