BerandaBeritaGejolak Iran-AS Berimbas ke Pasar Global, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga

Gejolak Iran-AS Berimbas ke Pasar Global, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat, berdampak pada sejumlah sektor. Termasuk memengaruhi pasar saham dan kebijakan moneter.

Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan bank sentral AS The Fed akan menahan suku bunga acuannya selama tahun 2026, atau dengan kata lain berubah dari ekspektasi pemotongan sebesar 50 bps sepanjang tahun.

“Dan masih ada peluang kenaikan 25 bps pada bulan Desember (2026),” ujar Hans.

Dalam pertemuan FOMC terakhir pada Kamis 19 Maret, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,50-3,75 persen.

Baca Juga: IHSG Masih Labil, Investor Lirik Emas Sebagai Investasi Jangka Panjang/a>

Sementara pada perdagangan Senin 23 Maret 2026, bursa saham Eropa mayoritas menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,61 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,24 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,22 persen, serta indeks CAC menguat 0,79 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada bursa saham AS di Wall Street yang kompak menguat pada Senin 23 Maret 2026, diantaranya indeks Nasdaq Composite yang menguat 1,22 persen ke 24.188,59, indeks S&P 500 naik 1,15 persen ke 6.581,00, dan indeks Dow Jones menguat 1,38 persen ke 46.208.47.

Sementara itu, bursa regional Asia pada penutupan perdagangan Selasa sore, 24 Maret 2026, indeks Nikkei menguat 804,51 poin atau 1,56 persen ke 52.320,00, indeks Shanghai menguat 68,00 poin atau 1,78 persen ke 3.881,28, indeks Hang Seng menguat 669,03 poin atau 2,74 persen ke posisi 25,051,50, dan indeks Straits Times menguat 31,75 poin atau 0,66 persen ke posisi 4.870,32.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -