BerandaBeritaFestival Kuliner Mustikarasa Hadirkan Makanan Tradisional di Lebak

Festival Kuliner Mustikarasa Hadirkan Makanan Tradisional di Lebak

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Festival Kuliner Mustikarasa resmi memulai rangkaian kegiatannya dalam Bulan Bung Karno 2026 di Museum Multatuli. Kegiatan ini menampilkan beragam kuliner tradisional serta produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak.

Beragam jenis sayuran tradisional, makanan khas daerah, hingga produk UMKM dijajakan di stan-stan bernuansa bambu yang disiapkan panitia. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan pengunjung memadati area festival untuk melihat dan mencoba berbagai hidangan serta produk yang ditawarkan para pelaku usaha lokal.

Salah satu pengunjung asal Jawa Timur, Erin, mengaku tertarik dengan festival ini karena menyajikan beragam sayuran dan makanan tradisional yang jarang ditemuinya.

“Menarik ya karena di sini banyak ada sayuran, ada juga makanan tradisional yang sekarang ini udah jarang banget ditemuin, jadi kaya nostalgia gitu sih,” kata Erin pengunjung asal Jawa Timur.

Baca Juga: Sekjen PDIP Buka Bulan Bung Karno di Rangkasbitung

Sementara itu, salah satu pedagang, Rahma Salsabila, menyampaikan bahwa Festival Mustikarasa menjadi sarana untuk memperkenalkan makanan khas Lebak kepada masyarakat luas. Di antaranya opak berbahan dasar singkong dan pasung kering yang menjadi salah satu kuliner tradisional daerah.

“Festival Mustikarasa ini menjadi sarana untuk memperkenalkan makanan khas Lebak kepada masyarakat luas, seperti opak berbahan dasar singkong dan pasung kering yang merupakan kuliner tradisional daerah,” ujar Rahma Salsabila, penjual makanan tradisional.

Baca Juga: PDIP Kota Serang Hidupkan Semangat Bung Karno Lewat Turnamen Catur

Ketua panitia Festival Kuliner Mustikarasa, Ubaidilah Muchtar, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menampilkan kuliner, tetapi juga menghadirkan beragam ekspresi seni dan ruang diskusi kebudayaan.

“Di kegiatan ini kami ingin mencoba membuka kembali pemikiran Bung Karno untuk publik. Jadi pemikiran Bung Karno tidak hanya didiskusikan di lingkungan tertentu, tetapi juga didorong hadir di masyarakat. Salah satunya melalui pemikiran Bung Karno tentang kuliner dan pangan,” kata Ubaidilah

Suasana festival semakin semarak dengan diskusi yang berlangsung hangat dan reflektif bersama penulis buku Marhaenisme dalam Dialektika Aristoteles. Diskusi tersebut mengajak peserta menelaah kembali gagasan, pemikiran, dan relevansinya dalam kehidupan kebangsaan saat ini.

“Misalnya ada jojorong, memangut, dan makanan lainnya yang mungkin mulai dilupakan. Kami ingin menghadirkannya kembali meskipun belum seluruhnya,” ujarnya.

Festival Mustikarasa menjadi ruang perjumpaan pengetahuan, seni, dan budaya yang memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat warisan budaya sebagai fondasi masa depan.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -