Lebak, Bantentv.com – Sebanyak 351 pekerja migran asal Kabupaten Lebak saat ini tercatat bekerja di berbagai negara. Para pekerja migran tersebut terdiri atas laki-laki dan perempuan, dengan jumlah terbanyak berada di Arab Saudi, yakni 199 orang. Data ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam situasi global yang dinamis.
Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, mengimbau para pekerja migran asal Lebak yang berada di luar negeri, khususnya di wilayah terdampak konflik, agar tetap tenang dan mengutamakan keselamatan diri.
Ia menegaskan bahwa keselamatan pekerja migran merupakan hal yang paling utama dan tidak boleh diabaikan dalam kondisi apa pun.
Menurutnya, hingga saat ini telah ada laporan dari dinas terkait mengenai perkembangan situasi para pekerja migran.
Namun, laporan tersebut belum secara resmi disampaikan kepada DPRD Kabupaten Lebak. Meski demikian, pihaknya memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kondisi pekerja migran asal Lebak.
Baca Juga: Wajib Catat! Ini Hotline Darurat untuk WNI di Timur Tengah Resmi dari Kemlu RI
“Untuk ke DPRD memang belum, tetapi hari ini sudah ada laporan dari dinas terkait. Kami akan memantau dan menindaklanjuti,” katanya saat diwawancarai di ruangan pada Rabu sore, 4 Februari 2026.
Ia kembali menekankan agar para pekerja migran segera mencari lokasi yang aman, menjaga ketenangan, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah melalui
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan perlindungan maksimal bagi setiap pekerja migran.
” Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia, untuk memastikan keselamatan warganya,” ucapnya
Selain melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan KBRI, DPRD Kabupaten Lebak juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para pekerja migran agar senantiasa berada dalam kondisi aman dan terlindungi.