Serang, Bantentv.com – DPRD Banten menyoroti persoalan terkait pelaksanaan SPMB yang selama ini berjalan tidak seragam antara sekolah swasta dan negeri.
Situasi yang terjadi saat ini adalah banyak sekolah swasta membuka penerimaan peserta didik baru lebih cepat dibandingkan sekolah negeri.
Kondisi tersebut sering menimbulkan kendala ketika ada siswa yang gagal masuk sekolah negeri, namun ingin mendaftar ke sekolah swasta mitra.
Pada saat mereka mencoba beralih, rombongan belajar kerap sudah penuh sehingga peluang mereka semakin terbatas.
Baca Juga: Pemkab Serang Teken Komitmen Bersama Sukseskan SPMB 2025
Ketua Komisi V DPRD Banten, Ananda Trianh Salichan, mengungkapkan bahwa persoalan jadwal SPMB tersebut membutuhkan evaluasi serius.
Ia menilai bahwa ketidaksinkronan waktu pendaftaran berpotensi menghambat tujuan utama pemerintah provinsi dalam memastikan semua anak tetap memperoleh akses pendidikan.

Menurutnya, sekolah swasta yang menjadi mitra program sekolah gratis seharusnya membuka pendaftaran pada waktu yang sama dengan sekolah negeri.
“Idealnya, seyogyanya, sekolah swasta itu pendafatrannya bersamaan dengan sekolah negeri karena cita-cita pak Gubernur ini bagaimana anak anak yang tidak keterima di sekolah negeri bisa tetap berkesempatan bersekolah di sekolah swasta pilihannya, yang bekerja sama dengan sekolah swasta gratis,” ujar Ananda Trianh.
Ananda menjelaskan bahwa penyeragaman waktu SPMB sangat penting untuk memastikan alur penerimaan berjalan adil.
Hal ini juga dinilai mampu memberi kepastian bagi orang tua yang menunggu proses pendaftaran sekolah negeri.
Ia menegaskan bahwa Komisi V akan terus melakukan evaluasi, mulai dari fasilitas, kurikulum, hingga mekanisme pendaftaran agar sistem SPMB benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.