Serang, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memastikan akan menyalurkan bantuan benih kepada para petani yang lahannya terdampak banjir.
Total luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 2.175 hektare, dengan 519 hektare di antaranya dinyatakan puso atau mengalami gagal panen.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, menyampaikan bahwa seluruh lahan terdampak banjir akan diajukan bantuan benih ke Kementerian Pertanian.
Setiap hektare lahan akan mendapatkan alokasi 25 kilogram benih, sehingga total pengajuan disesuaikan dengan luas lahan terdampak.
“Untuk data saat ini yang puso 519 hektare. Upaya tercepatnya, semua yang terdampak kita ajukan bantuan benih, perhektare itu 25 kilo bibit benih itu di kali ada 2.175 hektare akan kita ajukan ke Kementerian Pertanian. Termasuk juga yang puso,” kata Suhardjo melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Februari 2026.
Suhardjo menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya bantuan benih hanya diberikan kepada lahan tanaman padi yang mengalami puso.
Namun, kebijakan tersebut berbeda pada tahun ini. Seluruh lahan pertanian yang terdampak banjir, meski tidak seluruhnya mengalami gagal panen, tetap akan memperoleh bantuan benih agar petani dapat segera kembali menanam.
“Semua yang terdampak banjir akan mendapatkan bantuan supaya cepat tanam kembali, mumpung masih hujan untuk mengejar produksi. Targetnya kita di 2026 ini ekspor, tingkat nasional itu ekspor. Kabupaten Serang adalah bagian dari Provinsi Banten dimana Banten itu adalah urutan ke 8 di tingkat nasional, kita harus support itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, bantuan benih tersebut tidak harus menunggu tahun anggaran berikutnya meskipun pengajuannya dilakukan pada tahun ini. DKPP Kabupaten Serang menargetkan bantuan dapat segera diterima petani dalam waktu dekat.
“Gak harus menunggu tahun depan, kita ajukan tahun ini. Hari ini mau saya teken permohonannya, yang mungkin dalam waktu ga terlalu lama akan segera turun bantuan benihnya,” ucap Suhardjo.
Baca Juga: Banjir Kian Meluas, 2.170 Hektare Sawah Terendam Banjir, 616 Hektare Puso di Kabupaten Serang
Lebih lanjut, Suhardjo berharap kondisi cuaca ke depan dapat segera membaik sehingga tidak kembali terjadi bencana banjir.
Ia juga mengakui bahwa hingga saat ini DKPP belum memiliki anggaran untuk membantu biaya pengolahan lahan pascabanjir.
“Karena yang terdampak dan yang puso ini pasti harus olah lahan kembali. Nah ini yang kita belum punya anggaran untuk biaya olah lahan, kita belum memberikan itu, kita hanya untuk bantuannya adalah benih,” terangnya.
Suhardjo juga mengimbau para petani agar lebih berhati-hati dalam mengolah lahan dengan memperhatikan kondisi cuaca. Selain itu, DKPP akan memantau potensi serangan hama pascabanjir, seperti keong dan organisme pengganggu lainnya.
“Nanti koordinasi dengan kami, kami sudah menyiapkan racun untuk pembasmi keong dan sebagainya akan kita upayakan per dan kita siapkan. Sehingga antisipasinya supaya kita bisa panen dengan baik, dan hasilnya di 2026 ini akan tercapai targetnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, DKPP Kabupaten Serang juga akan menelusuri penyebab banjir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Penelusuran tersebut mencakup kemungkinan pendangkalan saluran, kerusakan jaringan irigasi, maupun faktor lainnya yang memengaruhi aliran air.
“Itu akan kita telusuri, nanti kita akan cobakan untuk usulan ke BBWSC3 atau ke DPUPR Banten, DPUPR Kabupaten Serang untuk merehab saluran-saluran itu,” paparnya.