BerandaBeritaDispar Banten Dorong Balawista Jadi Garda Terdepan Keselamatan Wisata Air

Dispar Banten Dorong Balawista Jadi Garda Terdepan Keselamatan Wisata Air

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten mendorong Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) untuk memperkuat perannya, menjadi garda terdepan keselamatan wisata air.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Linda Rohyati Fatimah. Pernyataan ini diberikan dalam kegiatan Uji Kompetensi Balawista Level 4 yang digelar di kawasan Pantai Wira Carita, Kabupaten Pandeglang, pada 28–30 Oktober 2025.

Kegiatan yang diikuti 50 peserta dari pengurus Balawista kabupaten/kota ini menjadi upaya pemerintah daerah. Mereka ingin membangun SDM penyelamat wisata yang profesional, tangguh, dan bersertifikat.

Ia menegaskan, Balawista bukan hanya pelengkap destinasi wisata. Tetapi bagian dari sistem keamanan yang wajib ada di setiap objek wisata tirta.

“Balawista telah menjadi bagian penting dari Dinas Pariwisata sejak 2017. Saat ini total anggota mencapai 450 orang, dan 150 di antaranya sudah tersertifikasi. Melalui kegiatan ini, jumlah SDM bersertifikat meningkat menjadi 200 orang,” jelas Linda, Kamis, 30 Oktober 2025.

Baca Juga: Dispar Banten Imbau Pengelola Wisata Tak Getok Harga

Linda juga mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Provinsi Banten. Tujuannya adalah agar Balawista lebih terlibat dalam sistem keselamatan wisata di seluruh wilayah pesisir Banten.

“Kami mengajak semua pengelola objek wisata air untuk melibatkan Balawista dalam pengawasan keselamatan wisatawan. Mereka punya keahlian dan pengalaman di bidang itu,” ujarnya.

Linda menambahkan, dengan kompetensi yang meningkat, Balawista diharapkan mampu menekan angka kecelakaan wisata. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi pantai dan wisata air di Banten.

Fokus pada Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Keselamatan

Sementara itu, Ketua Umum Balawista Banten, Ade Ervin, mengatakan, uji kompetensi tahun ini difokuskan pada level manajerial.

Para peserta tidak hanya diuji kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga kemampuan mengelola sistem keselamatan wisata secara terpadu.

“Selama ini, Balawista dikenal di garis depan pertolongan wisata air. Tapi sekarang, kami perkuat kemampuan manajemen agar para pengurus bisa menyusun sistem penyelamatan yang profesional,” ujar Ade.

Menurutnya, Balawista Banten bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Parnasa Flores, sehingga hasil uji kompetensi ini diakui secara nasional.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -