Serang, Bantentv.com – Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman memberikan apresiasi terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia, dalam satu tahun masa jabatan mereka.
Ia menilai kinerja Budi-Agis layak mendapat skor tujuh karena dinilai realistis dan membawa perubahan positif bagi Kota Serang.
Penilaian tersebut disampaikan Muji saat peresmian Royal Baroe pada Jumat, 20 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, pihak legislatif DPRD Kota Serang menyampaikan evaluasi terhadap capaian satu tahun kepemimpinan Budi-Agis yang dianggap menunjukkan kemajuan di sejumlah sektor strategis.
Menurut Muji, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi dasar penilaian DPRD terhadap Budi-Agis, di antaranya efisiensi anggaran dan reformasi birokrasi.
Salah satu terobosan yang terlihat nyata adalah pembangunan kawasan Royal Baroe oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai sentral ekonomi itu kini dinilai lebih tertata dan hidup.
Menariknya, proyek tersebut tidak menggunakan anggaran baru yang membebani keuangan daerah, melainkan bersumber dari dana efisiensi. DPRD Kota Serang juga turut mengembalikan anggaran makan minum (mamin) dan perjalanan dinas hampir Rp10 miliar sebagai bagian dari langkah efisiensi yang mendukung program Budi-Agis.
“Kalau tidak salah, Royal Baroe ini menggunakan dana salah satunya adalan penambahan efisiensi, yang berdasarkan Keppres Nomor 1 Tahun 2025,” ujar Muji Rohman.
Selain pembangunan fisik, DPRD Kota Serang juga mengapresiasi penerapan manajemen talenta dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Serang oleh Budi-Agis.
Sistem ini dinilai sebagai pionir di Provinsi Banten dalam mendorong profesionalitas aparatur sipil negara sekaligus menghapus praktik nepotisme.
“Ini memang satu satunya di Provinsi Banten launching untuk Manajemen Talenta, saya lihat tadi yang disampaikan oleh BKN dan Gubernur, memang Manajemen Talenta ini membuat persaingan sehat ASN untuk menunjang karier nya, karena sesuai dengan kapasitas dari ilmu dan SDM,” kata Muji Rohman.
Baca Juga: Usai Royal Baroe, Pemkot Serang Lanjut Revitalisasi Jalan Juhdi dan Alun-Alun
Di sektor sosial dan pendidikan, program Serang Mengaji juga menjadi perhatian. Program yang diinisiasi pada masa Budi-Agis ini hadir sebagai respons atas temuan lembaga survei yang menyebutkan 40 persen masyarakat usia pendidikan di Kota Serang belum mampu membaca dan menulis huruf Arab. Program tersebut ditargetkan mampu meningkatkan literasi hingga 70 persen.
Muji Rohman menambahkan, sikap terbuka Pemerintah Kota Serang terhadap kritik publik menjadi catatan positif lainnya. Setiap masukan, menurutnya, diterima untuk kemudian diperbaiki dan dievaluasi.
Ia menilai, apabila pola kepemimpinan Budi-Agis yang responsif dan terbuka ini konsisten dijalankan selama lima tahun, maka perubahan signifikan di Kota Serang akan semakin terasa.