BerandaBeritaDapur MBG Banjar Sari Layani Ribuan Penerima Manfaat

Dapur MBG Banjar Sari Layani Ribuan Penerima Manfaat

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Dapur MBG Banjar Sari 1, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, merupakan dapur SPG pertama di Kota Serang. Sebanyak 50 orang terlibat dalam operasionalnya, terdiri dari 47 relawan, satu KSPI, satu tenaga akuntansi, dan satu ahli gizi.

Proses memasak dimulai sejak pukul 00.00 WIB, dengan menu biasanya selesai dimasak pukul 04.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pemorsian dan pengemasan. Pada pukul 07.00 WIB, kendaraan distribusi berangkat menuju sekolah dan titik pembagian.

Mitra MBG Banjar Sari 1, Sri Hartini, mengatakan selama Ramadan menu yang disiapkan antara lain telur, roti, abon, dan buah-buahan. Ia berupaya menjaga kualitas dan ketepatan waktu agar semua penerima manfaat mendapatkan makanan tepat waktu.

“Setiap hari menunya berbeda-beda dan sudah dihitung oleh ahli gizi. Ada karbohidrat, protein nabati dan hewani, serta vitamin dari buah-buahan,” ujar Sri Hartini.

Baca Juga: 59 Dapur MBG Dibangun di Banten, Gubernur Siap Dukungan Penuh

Pada awalnya, distribusi mencakup 3.011 penerima manfaat. Jumlah itu sempat meningkat hingga 3.954 orang, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di posyandu. Setelah kebijakan pemerataan dapur diterapkan, jumlah penerima manfaat kini menjadi 2.962 orang, sebanyak 337 di antaranya berasal dari posyandu, terdiri dari 72 ibu hamil dan menyusui serta 265 balita.

“Sekarang kami berbagi dengan dapur lain agar pemerataan berjalan, jumlah penerima manfaat yang kami layani sekitar 2.900-an, termasuk B3” ucapnya.

Sekolah penerima manfaat meliputi SD Banjar Sari 1 hingga 5, TK Alif, TK Citra Mandiri, TK Azkia, TK Anak Bangsa, dan SD Banjaragung 3. Dua titik posyandu juga menjadi lokasi pembagian untuk balita dan ibu hamil.

Baca Juga: Upaya Dongkrak Retribusi, Puluhan Pedagang Taman Sari akan Direlokasi

Menurut pengelola, program ini turut mendorong perputaran ekonomi lokal. Pedagang pasar dan pelaku UMKM roti mengalami peningkatan produksi karena adanya permintaan rutin dari Dapur MBG. Meski sempat mengalami kendala manajerial di awal operasional, pergantian KSPI membuat alur distribusi kini lebih lancar.

“UMKM yang bekerja sama harus berbadan hukum dan terdaftar di BGN. Tapi kami tetap perhatikan kualitas, karena pernah juga produk roti dari UMKM tidak disukai anak-anak karena rasanya pahit,” tuturnya.

Kehadiran Dapur MBG Banjar Sari 1 tidak hanya memastikan asupan gizi bagi ribuan penerima manfaat, namun juga menggerakkan ekonomi warga di sekitarnya selama bulan suci Ramadan.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -