Serang, Bantentv.com – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Serang mengakibatkan sejumlah kecamatan terendam banjir dan mengalami tanah longsor.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat yang lumpuh akibat terganggunya akses usaha dan transportasi.
Dalam situasi tersebut, sebagian besar warga terdampak kini sangat bergantung pada bantuan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama kebutuhan pangan dan logistik dasar.
Seiring meningkatnya jumlah warga terdampak banjir dan longsor, permintaan bantuan logistik juga mengalami lonjakan signifikan.
Baca Juga: Kabupaten Serang Dikepung Banjir, 16 Kecamatan Terdampak
Hal ini berpengaruh pada ketersediaan logistik di Gudang Dinas Sosial Kabupaten Serang yang saat ini dilaporkan semakin menipis.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang, Yadi Priyadi, menyampaikan bahwa tingginya permintaan sembako dari korban banjir menyebabkan stok logistik di Gudang Dinsos Kabupaten Serang mengalami penurunan drastis.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya menjaga keberlangsungan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
“Ketersediaan beras di Gudang Dinsos Kabupaten Serang tinggal satu ton lagi,” ungkapnya Rabu 14 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa banyaknya pengeluaran logistik tidak terlepas dari pendirian dapur umum di sejumlah titik bencana.
Dapur umum tersebut didirikan sebagai langkah cepat pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan makan ratusan korban banjir dan longsor tetap terpenuhi.
Melalui dapur umum, bantuan logistik disalurkan secara terpusat agar dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kita dari bencana kemarin baik itu longsor maupun banjir telah mendirikan dapur umum untuk membantu warga yang terdampak,” katanya.
Lebih lanjut, Yadi mengakui bahwa kondisi menipisnya stok logistik di gudang perlu segera diantisipasi agar tidak terjadi kekosongan bantuan.
Oleh karena itu, Dinas Sosial Kabupaten Serang berencana menggalang dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor industri, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. “Kami berharap perusahaan bisa menyalurkan CSR bantuan logistik untuk membantu korban yang terdampak bencana,” ucapnya.