Tangerang, Bantentv.com – Kasus penusukan terhadap seorang nasabah yang diduga dilakukan oleh sekelompok debt collector terjadi di Perumahan Palem Semi, Karawaci, Tangerang.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan punggung sehingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Perkara yang melibatkan oknum debt collector ini kini ditangani Polres Tangerang Selatan bersama Polsek Kelapa Dua.
Aparat kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Selain itu, penyidik juga menjenguk korban di rumah sakit guna memperoleh penjelasan langsung mengenai kronologi kejadian.
Kapolsek Kelapa Dua, AKP Rokhmatulloh, menyampaikan bahwa dirinya bersama Kapolres Tangerang Selatan turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penyelidikan berjalan optimal.
“Semalam kami bersama Bapak Kapolres sudah ke TKP, kemudian ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban. Kami juga menggali keterangan dari saksi di lokasi serta keluarga korban. Kasus ini menjadi perhatian kami agar dapat diungkap secara terang benderang,” ujar Rokhmatulloh Selasa, 24 Februari 2026.
 Baca Juga: Mantan Suami Jadi Tersangka Penusukan ART di Serang, Berkas Perkara Segera Dilimpahkan ke Kejari
Berdasarkan informasi awal, peristiwa bermula ketika tiga orang yang diduga oknum debt collector mendatangi rumah korban dengan tujuan menarik kendaraan. Kedatangan debt collector tersebut memicu cekcok antara kedua pihak.
Situasi yang semula berupa adu argumen kemudian memanas hingga berujung pada tindakan kekerasan.
“Awalnya mereka datang ke kediaman korban untuk menarik kendaraan. Namun karena terjadi cekcok, terjadilah hal-hal yang di luar kendali hingga korban mengalami luka tusuk,” jelasnya.
Sebelum insiden penusukan terjadi, korban diketahui sempat keluar rumah untuk menjemput anaknya. Diduga pada saat itulah konfrontasi dengan debt collector terjadi hingga berujung pada penusukan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan debt collector tersebut akan terus dilakukan sampai pelaku teridentifikasi dan diamankan.
Saat ini, aparat masih mengumpulkan bukti tambahan serta keterangan lanjutan guna mengungkap kasus ini secara menyeluruh dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.