Cilegon, Bantentv.com – Pendapatan Baznas Kota Cilegon hingga November 2025 tercatat baru mencapai Rp7 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp17 miliar.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyoroti capaian tersebut dan mengingatkan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi seperti Baznas.
“Targetnya 17 miliar, baru terealisasi Rp7 miliar, itu dari ASN dan masyarakat juga. Rata-rata satu tahun Baznas Cilegon dapat Rp10 miliar,” ujar Robinsar.
Ia menegaskan bahwa sebagai pimpinan daerah, dirinya berkewajiban untuk mengingatkan para ASN agar tidak lalai dalam membayar zakat.
“Saya selaku pimpinan punya kewajiban kepada bawahan untuk mengingatkan apa yang menjadi kewajiban untuk ditunaikan,” tambahnya.
Robinsar juga menekankan pentingnya kesadaran pribadi para ASN untuk menunaikan zakat melalui Baznas Cilegon.
Baca Juga: Baznas Pandeglang Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Program Z-Mart
Menurutnya, zakat bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap syariat, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Dari para ASN ada kesadaran untuk dapat membayar zakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Cilegon, Fajri Ali, mengonfirmasi bahwa lembaganya terus berupaya meningkatkan pendapatan agar target tahunan dapat tercapai.
“Pendapatan kita baru Rp7 miliar, harapan dari Pemkot Cilegon itu Baznas Cilegon dapat meningkatkan lagi pendapatannya,” jelasnya.
Fajri menambahkan, sebagian besar pendapatan Baznas Cilegon berasal dari tiga sumber utama, yakni ASN, BUMD, dan masyarakat umum.
Namun, kontribusi terbesar tetap datang dari ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Ia berharap dukungan semua pihak dapat mendorong peningkatan potensi zakat, infak, dan sedekah di wilayah tersebut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.