Lebak, Bantentv.com – Dalam mendukung gerakan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian menggalakkan gerakan penanaman jagung hibrida bersama Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Selasa 21 April 2026.
Penanaman jagung hibrida yang dipimpin langsung Gubernur Banten Andra Soni tersebut dilakukan di lahan seluas 10 hektar dengan memanfaatkan lahan milik pengembang yang belum dikelola.
Andra Soni menyampaikan, gerakan tanam jagung hibrida dilakukan di lahan seluas 10 hektar dengan bantuan bibit dari Pemerintah Provinsi Banten. Menariknya, lahan yang digunakan merupakan milik pengembang yang belum dimanfaatkan selama kurang lebih tujuh tahun.
“Gerakan ini merupakan kolaborasi bersama. Kita harus terus menanam, karena tidak ada hari tanpa tanam untuk mencapai swasembada pangan,” tegas Andra.
Baca Juga: Dukung Program Ketahanan Pangan, Polda Banten Gelar Panen Raya Jagung
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong kontribusi Provinsi Banten dalam mendukung kebutuhan pangan Indonesia.
“Dengan segala potensi yang dimiliki Provinsi Banten, dengan dukungan bupati, hari ini kita menanam sebanyak 10 hektare dengan bantuan bibit dari Provinsi Banten. Semoga kolaborasi ini terus ditingkatkan dalam rangka menuju swasembada pangan Indonesia, dan Banten berharap bisa menjadi bagian dari itu,” ujarnya.
Andra juga memberi penekanan khusus kepada jajaran Dinas Pertanian agar tidak berjalan sendiri. Ia meminta koordinasi aktif dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan setiap lahan yang tersedia benar-benar dimanfaatkan.
“Saya meminta Dinas Pertanian untuk terus berkoordinasi dengan bupati dan dinas pertanian kabupaten/kota, agar lahan yang bisa dikerjakan dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan,” katanya.
Baca Juga: Petani Ubah Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir menegaskan bahwa gerakan tanam jagung hibrida merupakan implementasi arahan pemerintah pusat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan.
“Tidak ada hari tanpa tanam. Kami terus mendorong percepatan perluasan lahan dan peningkatan produksi,” ujar Nasir.
Baca Juga: Banten Siap Menuju Swasembada Jagung, Kebutuhan Capai 4.000 Ton per Hari
Menurut Nasir, peningkatan produksi pertanian tidak hanya difokuskan pada komoditas padi, tetapi juga jagung dan tebu. Ia menyebutkan, saat ini Banten memiliki 14 pabrik gula yang berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pertanian di daerah.
Nasir juga mengimbau para petani untuk tetap solid dan memanfaatkan lahan tidur guna mendukung program swasembada pangan secara berkelanjutan.
Editor : Erina Faiha