Cilegon, Bantentv.com – Banjir yang merendam Lingkungan Karang Tengah, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, berdampak pada sekitar 900 kepala keluarga atau 1.900 jiwa. Ketinggian air dilaporkan mencapai setara paha orang dewasa, memaksa warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Wali Kota Cilegon Robinsar turun langsung meninjau lokasi banjir pada Sabtu malam. Selain memastikan proses evakuasi berjalan aman, Robinsar juga menyerahkan bantuan makanan kepada warga terdampak.
“Sejak pagi air sudah mulai naik karena wilayah ini berada di ujung pembuangan. Malam ini ketinggian air sudah sepaha orang dewasa. Kami meninjau langsung dan memberikan makanan untuk warga,” ujar Robinsar di lokasi banjir.
Baca Juga: PMI dan Pemkot Cilegon Siagakan Dapur Umum, Bantu Korban Banjir Kecamatan Cibeber
Menurut Robinsar, penanganan saat ini masih difokuskan pada respon darurat, sambil terus memantau perkembangan ketinggian air. Namun, ia menegaskan bahwa solusi banjir tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Karena ini wilayah hilir, ke depan tentu harus dipikirkan penyelesaian di hulunya agar penanganannya komprehensif. Kalau hulunya tidak diselesaikan, percuma,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Kedaleman, Faisal Tanjung, mengatakan warga terdampak sementara diungsikan ke musala dan masjid yang berada di dataran lebih tinggi guna menjaga keselamatan.
“Warga kami tempatkan di musala dan masjid yang posisinya lebih tinggi agar tetap aman selama banjir,” kata Faisal.
Faisal menambahkan, banjir di Karang Tengah erat kaitannya dengan limpasan air dari wilayah Kalang Anyar.
Sesuai perintah Pak Wali Kota, pemerintah kelurahan bersama dinas terkait, BPBD, dan Dinas PUPR akan melakukan mitigasi serta penanganan pasca-banjir.