Serang, Bantentv.com – Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menghadiri Rapat Pleno Penetapan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Serang 2026 di Aula KH. Syam’un pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam pleno tersebut, sedikitnya 3 program masuk dalam percepatan inklusi keuangan di Kabupaten Serang.
“Hari ini saya hadir mewakili Ibu Bupati pada Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, berkaitan dengan inklusi keuangan daerah. Tadi ada beberapa kesepakatan yang nanti akan dilanjutkan dalam pembahasan berikutnya,” kata Najib Hamas.
Dijelaskan Najib Hamas, Rapat Pleno Penetapan Program Kerja TPAKD Kabupaten Serang Tahun 2026 yang digelar Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Serang menghasilkan tiga program utama.
Baca Juga: Dorong Inklusi Keuangan, Bank bjb Dukung Akselerasi dan Implementasi Program KEJAR di Jawa Barat
Pertama, meningkatkan edukasi kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan daerah. Selanjutnya, perbankan siap melakukan sosialisasi sekaligus secara bertahap melakukan pembukaan rekening bagi siswa-siswi sekolah di Kabupaten Serang.
“Tadi informasi dari Pak Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aber Nurhadi, SDN saja sudah 746 sekolah, belum lagi SMP. Ini adalah bagian dari bagaimana sebenarnya output umumnya, yaitu membangun peradaban kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan daerah,” ungkapnya.
Baca Juga: OJK Dorong Kemandirian Finansial Perempuan untuk Tingkatkan Kesejahteraan
Sekadar diketahui, Rapat Pleno Penetapan Program Kerja TPAKD Kabupaten Serang yang dilakukan setiap tahun ini pada dasarnya sudah berjalan.
“Hanya saja tinggal bagaimana nanti mengukur pada rapat pembahasan dari masing-masing stakeholder menyampaikan, baik Bank Banten, Bank bjb Banten, maupun BPR Serang,” terang Najib Hamas.

Kemudian yang kedua, sebut Najib Hamas, untuk menghadapi maraknya pinjol atau pinjaman online ilegal dan rentenir yang sangat berpengaruh kepada ekosistem keuangan di desa. Oleh karena itu, perbankan juga akan melakukan sosialisasi secara masif sekaligus mulai berjalan terkait dengan layanan digital perbankan.
“Jadi mindset-nya, transaksi tunai ini akan terus kita kurangi, supaya ada kesadaran bahwa ternyata bertransaksi itu lebih mudah dengan nontunai. Yang penting saldonya ada di rekening,” tandasnya.
Baca Juga: Sektor Jasa Keuangan DKI – Banten Kokoh, Stabil dan Terjaga
Selanjutnya yang ketiga, sambung Najib Hamas, bagaimana membangun kesadaran masyarakat melalui penguatan UMKM atau usaha mikro kecil menengah. Jadi melalui layanan keuangan dan penguatan pendampingan, inklusi bisnis UMKM ini menjadi bagian dari upaya Pemda Kabupaten Serang untuk meningkatkan UMKM menjadi naik kelas.
“Upaya Pemda Kabupaten Serang ini, supaya UMKM bisa memberikan kontribusi konkret terhadap laju pertumbuhan ekonomi di sektor mikro,” paparnya.
Asda II Bidang Pembangunan Kabupaten Serang, Febriyanto menambahkan bahwa target-target yang disampaikan oleh Wakil Bupati Serang Najib Hamas nanti secara estafet akan dilakukan proses lapangan terkait konsolidasi dan sosialisasi. Pertama, meningkatkan UMKM, dan kedua, program Satu Buku Rekening Satu Pelajar.
“Kita punya target di luar itu, yaitu Satu Rekening Satu Aparat Desa. Ini agar memiliki motivasi literasi terkait peningkatan TPAKD Kabupaten Serang, dalam hal ini leading sector-nya melalui BPR Serang (Perseroda),” ujarnya.
Baca Juga: Sah! Gubernur Banten Resmi Hapus Denda dan Tunggakan Pajak, Ini Tanggalnya!
Selain itu, sambung Febriyanto, ada sasaran lebih utama dalam rapat pleno ini, yaitu Desa Wisata Tambang Ayam yang dipusatkan di Kecamatan Anyer. Seperti halnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memberikan pembinaan kepada desa wisata yang ada di Kecamatan Tirtayasa.
“Tambang Ayam termasuk desa wisata. Jadi, tim ini berkolaborasi untuk membina Desa Tambang Ayam sekaligus sebagai destinasi yang ada di wilayah Kecamatan Anyer,” pungkasnya.