BerandaBeritaAsrama Pondok Pesantren di Curug Terbakar saat Santri Ziarah, Kerugian Capai Rp70...

Asrama Pondok Pesantren di Curug Terbakar saat Santri Ziarah, Kerugian Capai Rp70 Juta

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Kebakaran menghanguskan bangunan asrama sebuah pondok pesantren di Kampung Kaningan, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa, 16 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.

Api dengan cepat melalap seluruh bangunan karena sebagian besar konstruksi asrama terbuat dari kayu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut lantaran saat kebakaran terjadi para santri sedang melaksanakan ziarah ke makam.

Pimpinan pondok pesantren, Ustaz Ahmad Al Maujud, mengatakan seluruh penghuni asrama sedang berada di luar lokasi saat peristiwa terjadi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena saat kejadian para santri sedang ziarah ke makam. Namun seluruh pakaian santri dan kitab-kitab milik santri yang berada di dalam asrama habis terbakar,” ujarnya.

Pimpinan pondok pesantren, Ustaz Ahmad Al Maujud,
Pimpinan pondok pesantren, Ustaz Ahmad Al Maujud,

Selain menghanguskan perlengkapan santri, kebakaran juga menyebabkan tiga unit sepeda motor yang berada di sekitar bangunan ikut terbakar. Total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta.

Menurut keterangan warga, api pertama kali terlihat dari bagian bangunan asrama sebelum dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan. Material kayu yang mendominasi bangunan membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman. Setelah berjibaku beberapa waktu, api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di lingkungan pondok pesantren.

Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait. Sementara itu, para santri dan pengurus pondok pesantren mulai membersihkan puing-puing bangunan serta menginventarisasi kerugian yang ditimbulkan akibat musibah tersebut.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -