Bantentv.com – Pemerintah mulai menyusun ulang peta perdagangan ritel di desa. Kementerian Koperasi meminta jaringan ritel modern, seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)—pengelola Alfamart dan Indomaret—untuk tidak menambah gerai baru di wilayah pedesaan. Imbauan ini juga berlaku untuk ritel modern lainnya.
Koperasi Desa Jadi Fokus Pemerintah
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan kebijakan ini bertujuan memperkuat posisi Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Pemerintah ingin koperasi mengambil peran utama dalam distribusi kebutuhan sehari-hari di tingkat lokal.
“Jadi saya pernah ketemu dengan pemilik retail modern, saya bilang stop bikin retail modern di desa. Biarkan di desa itu koperasi desa yang menjual barang-barangnya,” ujar Ferry dalam kanal YouTube IDN Times, dikutip Senin, 23 Februari 2026.
Baca Juga: Diskoumperindag Kabupaten Serang Sidak Dugaan Peredaran Beras Oplosan di Sejumlah Ritel
Menurut Ferry, perbedaan mendasar antara ritel modern dan koperasi desa terletak pada aliran keuntungan. Jika gerai modern beroperasi di desa, keuntungan lebih banyak mengalir ke pemegang saham di kota besar. Sebaliknya, koperasi memastikan perputaran uang tetap di desa dan dinikmati masyarakat setempat.
UMKM dan Dukungan Ekosistem
Meski begitu, pemerintah tidak menutup sepenuhnya ruang bagi ritel modern. Produk yang belum diproduksi koperasi tetap bisa dipasok peritel besar. Sementara itu, pelaku UMKM desa didorong memproduksi kebutuhan rumah tangga, seperti sabun, sampo, deterjen, kecap, saus, hingga sambal. Pemerintah juga menyiapkan dukungan ekosistem, mulai dari kurasi hingga pembiayaan, untuk mempercepat terbentuknya koperasi produktif yang dikelola generasi muda.
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
Sejalan dengan itu, pemerintah mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Ferry menjelaskan, lebih dari 60 ribu unit koperasi akan dibangun dengan desain tunggal, sementara sekitar 20 ribu unit menyesuaikan kondisi masing-masing desa.
Baca Juga: Puluhan Perajin di Kota Serang Ikuti Kurasi Produk UMKM agar Bisa Tembus Mini Market
“Setelah memulai konstruksi di lahan dengan standar ideal, kami akan membangun bangunan sesuai kondisi geografis dan karakter desa. Standar lahan minimal 1.000 meter persegi di titik strategis,” kata Ferry dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR. Tahun ini, pembangunan dimulai untuk 25.000 unit dan ditargetkan mencapai 60.000 unit pada bulan berikutnya. Desa yang tidak cocok dengan desain tunggal telah dipetakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Dampak Terhadap Ritel Modern dan Pasar Saham
Kebijakan ini menandai langkah pemerintah memperbesar peran koperasi dalam rantai distribusi ritel desa. Namun, pelaku pasar masih mencermati dampak imbauan terhadap ekspansi ritel modern dan kinerja emiten di bursa.
Seiring pernyataan Ferry, harga saham kedua emiten melemah. Saham AMRT turun 4,21% ke level 1.820 dan sudah melemah 7,85% sejak awal tahun. Saham DNET terkoreksi 1,66% ke posisi 8.875 dengan penurunan 2,20% secara year to date. Dalam enam bulan terakhir, saham DNET turun 4,6%.
Dari sisi jaringan usaha, hingga Januari 2026 Alfamart tercatat memiliki lebih dari 21.120 gerai melalui 34 kantor cabang di seluruh Indonesia. Sedangkan Indomaret memiliki lebih dari 23.100 gerai per awal 2025.
Editor : Erina Faiha