Serang, Bantentv.com – Di balik gedung Puskesmas yang megah dan program pemeriksaan kesehatan gratis yang digembar-gemborkan, masih ada desa-desa di Banten yang nyaris tersisih dari layanan.
Anggota Komisi V DPRD Banten, H. Ahmad Imron, menyoroti ketimpangan ini. Menurutnya, pemeriksaan seperti cek gula darah, kolesterol, dan asam urat masih terasa mahal bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
“Untuk sebagian orang mungkin murah, tapi buat warga desa itu berat. Jadi program gratis dari Dinkes harus merata, bukan hanya di kota,” ujar Imron saat menjadi narasumber di Podcast BantenTV.
Imron menekankan bahwa banyak kegiatan kesehatan cenderung terpusat di wilayah perkotaan atau dekat pusat pemerintahan, sehingga warga pesisir dan pegunungan tidak menikmati manfaat maksimal.
Ia meminta Dinas Kesehatan untuk menggandeng kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa agar informasi layanan gratis bisa sampai ke lapisan terbawah.
Dalam dialog tersebut, Imron juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan tanpa diskriminasi.
Rumah sakit, katanya, tidak boleh memperlakukan pasien berbeda berdasarkan tipe pembiayaannya.
“Jangan sampai ada pembedaan antara BPJS dan non-BPJS. Alhamdulillah, dari laporan yang saya terima, beberapa rumah sakit sudah membaik dan melayani warga BPJS dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya edukasi kesehatan dasar, terutama pencegahan penyakit tidak menular yang dipicu pola hidup kurang sehat.
Pemprov, menurutnya, harus lebih gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat rutin memeriksa kondisi kesehatan mereka.
Tidak kalah penting, Imron menekankan ketersediaan alat kesehatan dan tenaga medis di Puskesmas, khususnya di daerah terpencil.
Banyak fasilitas masih kekurangan dokter dan perawat, sementara kebutuhan warga terus meningkat.
Ia berharap program pemeriksaan gratis bisa diperluas secara nyata, sehingga benar-benar mencerminkan visi Banten Sehat: layanan kesehatan yang mudah, murah, dan merata bagi seluruh warga, tidak hanya mereka yang tinggal di pusat kota. (Adv)