BerandaBerita75 Hektare Sawah Warga Cisangu Terendam Banjir Berulang

75 Hektare Sawah Warga Cisangu Terendam Banjir Berulang

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Banjir kembali merendam kawasan pertanian milik warga di Blok Cimenteng, Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak.

Peristiwa yang terjadi saat puncak musim hujan ini menyebabkan sekitar 75 hektare lahan pertanian milik petani terendam air.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada tanaman padi yang sebagian besar masih berusia muda dan belum siap menghadapi genangan air berkepanjangan.

Genangan air dilaporkan tidak hanya terjadi sekali. Air sempat surut, namun kembali meluap dalam waktu sekitar satu pekan kemudian.

Baca Juga: Ratusan Hektar Lahan Sawah di Kabupaten Serang Terdampak Banjir

Situasi ini membuat para petani kesulitan melakukan penanganan, karena tanaman yang sebelumnya masih bisa diselamatkan akhirnya hanyut atau membusuk.

Sawah-sawah yang baru ditanami terlihat kosong akibat bibit padi terbawa arus, sementara padi yang sudah berbuah tidak lagi produktif karena terlalu lama terendam.

Kondisi tersebut diungkapkan salah seorang petani terdampak, Ujang Komarudin. “Pokoknya kalau udah kerendam itu sudah jadi bubur, jadi tanah lagi, busuk, ilang aja,” ujar Ujang.

Puluhan hektare sawah warga Cisangu terendam banjir berulang (Bantentv.com/ Nano)
Puluhan hektare sawah warga Cisangu terendam banjir berulang (Bantentv.com/ Nano)

Ia menambahkan bahwa banjir datang dua kali dalam kurun waktu dua pekan. “Minggu pertama datang banjir, kemudian surut, datang lagi banjir seminggu kemudian, berarti dua minggu,” katanya.

Akibat banjir tersebut, area persawahan yang sebelumnya menjadi tumpuan penghasilan petani kini tidak bisa diolah. Lahan yang seharusnya memasuki masa pertumbuhan justru berubah menjadi genangan air, memicu potensi gagal tanam hingga gagal panen.

Kerugian yang dialami petani ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, terutama karena biaya tanam yang sudah dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Kepala Desa Cisangu, Doli, menjelaskan bahwa banjir di wilayahnya bukanlah kejadian baru. Menurutnya, persoalan banjir telah menjadi masalah tahunan yang terus berulang setiap musim hujan.

“Kaitan banjir di desa Cisangu ini udah berita nasional ya, karena setiap tahun musim penghujan, pasti selalu banjir, bahkan tahun 2023 atau 2024 itu sampai masuk ke pemukiman,” kata Doli.

Ia menyebut dari total sekitar 115 hektare area persawahan yang ada di Desa Cisangu, sekitar 75 hektare terdampak banjir pada tahun ini. Lahan tersebut tersebar di beberapa blok yang berada di wilayah rendah.

Doli menjelaskan bahwa posisi geografis Cisangu yang menjadi daerah buangan air dari sejumlah desa lain, termasuk wilayah Warunggunung, turut memperparah kondisi tersebut dengan muara aliran air berada di Sungai Cisambe.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -