Lebak, Bantentv.com – Seorang petani lanjut usia asal Kampung Sadang, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, bernama Jaka (65), diduga menjadi korban penipuan berkedok penjualan pupuk dan obat hama oleh dua pria yang mengaku sebagai anak buah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kedua pria tersebut mendatangi rumah korban dan menawarkan berbagai produk pertanian. Mereka mengaku berasal dari sebuah perusahaan pertanian yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu 10 Juni 2026 itu, seorang bernama Jaka mengalami kerugian hingga Rp2 juta, uang yang merupakan modal usaha taninya.
Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Sawah, Ratusan Traktor Disalurkan Pemprov Banten
Menurut Jaka, keduanya kemudian menjanjikan berbagai keuntungan seperti mendapatkan traktor jika membeli 40 botol obat hama apabila korban membeli produk dalam jumlah besar, termasuk iming-iming hadiah tertentu. Jaka yang percaya kemudian membeli 10 botol obat hama dengan harga Rp200.000 per botol atau senilai total Rp2 juta.
”Datang menawarkan obat-obatan dan pupuk. Saya beli 10 botol dengan harga Rp2 juta, terus kata mereka beli pupuk juga bisa dihutang dengan cara dicicil pas panen bayarnya, lalu mereka juga bilang kalau saya beli 40 botol saya akan dapat traktor juga,” ujarnya.
Baca Juga: Lima Mesin Traktor Petani Raib Dicuri Komplotan Maling
Tak hanya itu, korban juga diminta menyerahkan tambahan uang sebesar Rp250.000 dengan alasan biaya pengiriman barang. Namun janji tinggal janji. Hingga kini, pupuk dan sebagian besar produk yang dijanjikan tidak pernah diterima.
”Katanya satu sampai empat hari barang datang, tapi sampai sekarang tidak ada. Saya baru terima empat botol. Pupuk dan obat lainnya juga tidak pernah datang,” katanya dengan nada kecewa.
Bagi Jaka, kerugian Rp2 juta bukanlah jumlah kecil. Uang tersebut merupakan modal yang dikumpulkannya untuk kebutuhan pertanian. Kini ia hanya berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku.
”Kalau bisa segera ditangkap. Saya hanya ingin modal saya kembali,” tuturnya.
Kasus dugaan penipuan yang menimpa petani lansia tersebut telah dilaporkan dan saat ini sedang dalam penanganan Polsek Cikulur. Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa.
Editor : Erina Faiha