BerandaBeritaBapperida Pastikan Pembangunan Tanggul di Pesisir Kota Serang Dimulai 2027

Bapperida Pastikan Pembangunan Tanggul di Pesisir Kota Serang Dimulai 2027

Saluran WhatsApp

​Serang, Bantentv.com – Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menargetkan pembangunan tanggul pantai di wilayah pesisir Kota Serang dapat dimulai pada tahun depan. Infrastruktur ini direncakan untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman banjir rob tahunan.

​Rencana tersebut terungkap usai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Serang W Hari Pamungkas mendampingi kunjungan lapangan yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua BOPPJ bersama para deputi di kawasan pesisir Kota Serang.

​Kepala Bapperida Kota Serang menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung lokasi yang akan dipasang tanggul pantai. Pembangunan ini merupakan bagian dari proyek proteksi skala besar untuk seluruh kehidupan di sepanjang pesisir utara Jawa.

​”Kami dari Bapperida mendampingi kunjungan tersebut dan nantinya akan menuangkan poin-poin ini ke dalam dokumen perencanaan. Kebetulan saat ini kami juga sedang melakukan review untuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk disinkronkan dengan perencanaan dari BOPPJ,” katanya kepada pewarta.

Baca Juga: Tanggul di Pondok Kacang Timur Jebol, Petugas DSDABMBK Lakukan Penambalan Darurat

Target Pengerjaan dan Estimasi Waktu

​Ketika dikonfirmasi mengenai waktu pasti pelaksanaan konstruksi, pihak Bapperida menjelaskan bahwa proyek ini berjalan secara bertahap di beberapa wilayah intervensi BOPPJ.

​”Untuk segmen 12-13 yang meliputi wilayah DKI Jakarta dan Semarang, prosesnya berjalan tahun ini. Nah, mudah-mudahan di tahun depan (pembangunan) sudah bisa masuk ke wilayah Kota Serang,” ungkapnya.

​Mengenai panjang total dan lokasi spesifik tanggul yang akan dibangun, pemerintah daerah belum bisa memberikan angka pasti. Tim teknis masih harus melakukan penghitungan matang berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga: Sebulan Terendam, Warga Desa Puser Serang Desak Normalisasi Sungai Ciujung Lama

​Dalam tinjauan tersebut, tim BOPPJ juga memperhatikan keberadaan ekosistem mangrove yang sudah ada (existing). Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur ini tidak akan merusak lingkungan sekitar.

​”Artinya, upaya mempertahankan mangrove tetap dilakukan. Nanti akan dihitung berapa meter untuk panjang tanggulnya, sehingga bisa dikombinasikan antara mangrove dan tanggul pantai yang akan dibangun oleh BOPPJ,” jelasnya.

Baca Juga: Banjir di Kecamatan Cibeber, 4000 Jiwa Terdampak

​Sebagai langkah tindak lanjut, BOPPJ telah meminta Bapperida Kota Serang untuk mengirimkan peta udara terbaru menggunakan drone. Data visual tersebut nantinya digunakan untuk menghitung panjang tanggul secara presisi, menentukan titik lokasi yang paling tepat, serta memetakan batas kondisi mangrove yang ada saat ini.

​Pembangunan tanggul pantai ini dinilai sangat mendesak bagi warga pesisir Serang. Berdasarkan laporan dari pihak Kepala Pelabuhan, masyarakat yang tinggal di kawasan Karangantu kerap menjadi langganan banjir air laut pasang.

​”Masyarakat di Karangantu itu setiap tahunnya mengalami dua kali banjir rob, di mana air laut masuk cukup dalam ke daratan. Jadi, fungsi utama dari tanggul pantai ini adalah sebagai proteksi mutlak agar air rob tidak lagi masuk dan merendam pemukiman warga,” pungkasnya

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -