BerandaBeritaKCIC Manfaatkan Teknologi Tinggi untuk Deteksi Cacat pada Rel Whoosh

KCIC Manfaatkan Teknologi Tinggi untuk Deteksi Cacat pada Rel Whoosh

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memanfaatkan teknologi tinggi Rail Flaw Detection Vehicle atau RFD untuk melakukan pemeriksaan berkala terhadap kondisi rel Whoosh.

Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi potensi cacat pada rel secara dini sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan perjalanan kereta cepat.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pemeriksaan dan perawatan berkala menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan serta keandalan operasional Whoosh.

Diketahui sejak mulai beroperasi pada 2023, Whoosh mencatatkan zero accident dan menjaga tingkat ketepatan waktu perjalanan di angka sekitar 99%.

“Keselamatan perjalanan merupakan prioritas utama KCIC. Karena itu, pemeriksaan prasarana dilakukan secara rutin dan terukur, termasuk dengan memanfaatkan teknologi tinggi seperti Rail Flaw Detection Vehicle. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen KCIC dalam menjaga layanan Whoosh tetap aman, andal, dan tepat waktu bagi masyarakat,” ujar Eva dikutip dari Humas KCIC.

Pemeriksaan menggunakan RFD dilakukan di jalur Whoosh sepanjang 142 km, baik pada sisi kanan maupun kiri atau dua arah perjalanan.

Pemeriksaan cacat rel ini seperti pengecekan sambungan, penampang rel, serta potensi kecacatan seperti goresan atau anomali lain pada rel.

Tak hanya itu, pemeriksaan juga memperhatikan kondisi komponen pendukung di lintas, termasuk kabel-kabel persinyalan yang berada di area jalur.

Pemeriksaan RFD dilakukan setiap dua bulan sekali dengan kecepatan operasi sekitar 80 km per jam.

Baca Juga: Sambut Long Weekend, Whoosh Beroperasi Lebih Malam dengan 68 Jadwal per Hari

Dalam satu kali kegiatan pemeriksaan pulang-pergi, RFD membutuhkan waktu kerja sekitar 3,5 jam dan dilakukan pada window time, yaitu saat seluruh perjalanan Whoosh telah selesai beroperasi, sehingga tidak mengganggu layanan kepada penumpang.

Data hasil pemeriksaan RFD kemudian dianalisis untuk mengetahui potensi temuan pada rel maupun komponen pendukung di lintas.

Hasil analisis itulah yang menjadi dasar bagi petugas perawatan jalur di lapangan untuk melakukan tindak lanjut secara langsung sesuai kebutuhan.

Selain untuk pemeriksaan berkala, RFD juga dapat digunakan untuk pengecekan lintas apabila terjadi kondisi tertentu yang berpotensi memengaruhi prasarana, seperti bencana alam, gempa bumi, badai, atau cuaca ekstrem.

Dalam kondisi ini, sarana tersebut dapat dikerahkan untuk memastikan kondisi jalur tetap aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan secara normal.

Selain RFD, KCIC juga memiliki rangkaian teknologi perawatan dan pemeriksaan lain melalui CIT yang mencakup pemeriksaan track geometry, sinyal, telekomunikasi, serta Listrik Aliran Atas atau LAA.

Seluruh sistem ini menjadi bagian dari perawatan berlapis untuk menjaga keandalan prasarana Whoosh.

Diketahui Kereta Cepat Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang beroperasi dengan kecepatan hingga 350 km/jam serta melayani rute Jakarta–Bandung dengan empat stasiun utama, yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon.

KCIC berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, cepat, dan andal bagi masyarakat.

Editor Lilik HN
TERKAIT
- Advertisment -