Serang, Bantentv.com – Video adu mulut antara seorang ibu dan komunitas BMX serta skateboard di Skatepark Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, saat sejumlah remaja tengah berlatih freestyle di area skatepark.
Dalam rekaman video berdurasi sekitar dua menit yang beredar luas, terlihat seorang ibu berbaju pink terlibat perdebatan dengan para pemain BMX dan skateboard. Perselisihan itu dipicu setelah anak milik ibu tersebut diminta menjauh dari area latihan.
Baca Juga: Hapus Stigma Negatif, Komunitas Punk Pandeglang Gelar Aksi Punktheglank Berbagi
Komunitas BMX dan skateboard menjelaskan bahwa permintaan tersebut dilakukan demi faktor keselamatan. Mereka khawatir aktivitas latihan freestyle berisiko membahayakan anak-anak yang berada di dalam arena.
Salah satu pecinta BMX, Ahmad Farhan (19), mengatakan dirinya meminta anak-anak keluar dari lintasan latihan semata-mata agar tidak terjadi kecelakaan saat bermain BMX maupun skateboard.
“Takutnya kena anak kecil, karena saat latihan kadang sepeda atau papan skate bisa lepas,” ujar Farhan.

Sementara itu, ibu yang terlibat dalam perdebatan menilai skatepark merupakan fasilitas umum yang dapat digunakan siapa saja, termasuk anak-anak untuk bermain. Perbedaan pandangan itulah yang kemudian memicu adu argumen di lokasi.
Video lama tersebut kembali viral setelah diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial. Ramainya perbincangan warganet membuat persoalan itu akhirnya dimediasi oleh pihak kepolisian di Polsek Serang pada Jumat malam, 15 Mei 2026.
Dalam proses mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Komunitas BMX dan pihak ibu yang terlibat dalam video juga saling meminta maaf sehingga situasi berlangsung kondusif.
Kanit Reskrim Polsek Serang, Ipda Nuryanto, membenarkan bahwa proses perdamaian telah dilakukan dan menghasilkan kesepakatan damai antara kedua pihak.
“Sudah dilakukan mediasi dan kedua belah pihak sepakat berdamai,” kata Nuryanto.
Dengan selesainya persoalan tersebut, pihak kepolisian berharap masyarakat lebih bijak menyikapi video-video lama yang kembali viral di media sosial.
Selain itu, komunikasi dinilai menjadi langkah penting agar kesalahpahaman antara komunitas BMX, pengguna fasilitas umum, dan masyarakat dapat dihindari.