BerandaEkonomiBisnisUsai Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Anjlok 1,98 Persen ke 6.723

Usai Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Anjlok 1,98 Persen ke 6.723

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,98 persen atau 135,58 poin ke 6.723,32 pada perdagangan hari ini, Rabu, 13 Mei 2026.

Pada perdagangan hari ini, IHSG juga terpantau sempat menyentuh level tertinggi di 6.787,34 dan level terendah di 6.705,43.

Anjloknya IHSG juga setelah adanya rilis hasil tinjauan indeks MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham dari indeks.

Pada perdagangan hari ini juga terjadi pergerakan ke zona merah di tengah mayoritas sektor saham banyak yang terkoreksi dan transaksi harian di bawah Rp20 triliun.

Seiring turunnya IHSG, indeks saham LQ45 juga merosot 1,79 persen menjadi 657,88. Hal ini mengakibatkan sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengungkapkan, IHSG terjatuh sebesar 1,98 persen, dan masih didominasi oleh tekanan jual.

Herditya menilai, hal itu sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa global dan regional Asia yang juga terkoreksi beserta laporan yang disampaikan Rabu pagi.

Adapun koreksi IHSG juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi di 3,8% Year on Year (YoY).

Baca Juga: MSCI Inc. Umumkan Rebalancing Mei 2026, Lebih dari 100 Saham Didepak dari Indeks

Berdasarkan rilis data ekonomi, inflasi di AS itu akan membuat suku bunga the Federal Reserve (the Fed) akan cenderung tinggi untuk jangka lama. Berikutnya, konflik geopolitik juga menjadi pengaruh terhadap anjloknya IHSG.

ā€œMemanasnya kondisi geopolitik Amerika Serikat-Iran mengenai gencatan senjata dan juga perundingan yang terjadi,ā€ kata Herditya Wicaksana, dikutip dari Liputan6, Arabian, 13 Mei 2026.

Selain itu,Ā  rilis rebalancing MSCI Indonesia yang berisiko menimbulkan downweighting dan aliran dana investor asing yang keluar dari pasar Indonesia juga menjadi salah satu faktor yang menekan IHSG.

Adapun sepanjang hari ini, diketahui sebanyak 416 saham mengalami penurunan dan melemah sehingga menekan IHSG. Hanya 239 saham yang berhasil menguat dan 163 saham sisanya diam di tempat.

Meski begitu, total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.299.552 kali dengan volume perdagangan sebesar 38,9 miliar saham. Namun demikian, nilai transaksi harian saham hari ini mencapai Rp19,8 triliun.

Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 17.493.

Baca Juga: MSCI Inc. Coret 18 Saham dari Indeks, Ini Daftar Lengkapnya

Dari 11 sektor saham, hanya dua sektor saham yang menghijau. Adapun dua sektor tersebut antara lain sektor saham transportasi yang naik 4,89 persen dan berhasil mencatat kenaikan terbesar. Disusul sektor saham industri yang menanjak 1,26 persen.

Di sisi lain, sektor saham basic terpantau melemah 4,43 persen dan mencatatkan koreksi terbesar. Sektor lainnya yang juga alami penurunan dan melemah yakni sektor saham energi yang turun 1,61 persen, sektor saham consumer nonsiklikal yang terkoreksi 0,44 persen, juga sektor saham consumer siklikal yang terperosok 1,4 persen.

Kemudian, di sektor lainnya, seperti saham kesehatan melemah 1,22 persen, sektor saham Keuangan tergelincir 0,58 persen, sektor saham properti merosot 0,70 persen, sektor saham teknologi terkikis 0,71 persen dan sektor saham infrastruktur anjlok 2,72 persen.

Berikut, saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

* Saham KOPI melonjak 24,56 persen

* Saham ELPI melonjak 22,70 persen

* Saham KONI melonjak 18,12 persen

* Saham NEST melonjak 18 persen

* Saham FIRE melonjak 16,02 persen

Sementara itu, saham-saham yang masuk top losers antara lain:

* Saham TPIA merosot 14,85 persen

* Saham SHIP merosot 14,84 persen

* Saham SGRO merosot 14,67 persen

* Saham NZIA merosot 14,66 persen

* Saham YOII merosot 14,29 persen

Adapun saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

* Saham BRPT senilai Rp1 triliun

* Saham BBCA senilai Rp898,1 miliar

* Saham BMRI senilai Rp809,4 miliar

* Saham BNBR senilai Rp683,6 miliar

* Saham ANTM senilai Rp639,6 miliar

Selain itu, saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

* Saham BNBR tercatat 147.594 kali

* Saham BRPT tercatat 83.561 kali

* Saham BIPI tercatat 70.238 kali

* Saham WBSA tercatat 69.120 kali

* Saham PADI tercatat 58.489 kali

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -