Serang, Bantentv.com – Puskesmas Jawilan, Kabupaten Serang, kembali melakukan cek kesehatan gratis (CKG) dan skrining tuberkulosis bagi kalangan santri yang bertempat di Pondok Pesantren Al Khaeriyah, Desa Kareo, Kecamatan Jawilan.
Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah, pemeriksaan dahak, serta sejumlah pemeriksaan lainnya.
Kepala Puskesmas Jawilan, Imas Migiarti, mengatakan skrining tuberkulosis dilakukan di pondok pesantren untuk mengidentifikasi secara dini kasus yang diduga terinfeksi TBC.
“Program skrining TBC ini merupakan bagian dari program Bupati Serang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. Tujuannya untuk mendeteksi sedini mungkin kasus TBC, terutama di lingkungan yang memiliki risiko penularan cukup tinggi,” ujar Imas, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca Juga: Puskesmas Jawilan Mulai Layani Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Ia menambahkan, CKG dan skrining tuberkulosis ini merupakan program Bupati Serang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang.
Program skrining TBC ini menyasar pondok pesantren dan perusahaan. Untuk saat ini, kegiatan difokuskan di Pondok Pesantren Al Khaeriyah dengan jumlah sasaran sekitar 500 orang.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, maka akan dilakukan pengambilan sampel dahak untuk diperiksa di laboratorium.
“Jika ditemukan gejala seperti batuk selama lebih dari dua minggu, maka akan dilakukan pengambilan sampel dahak untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium,” jelasnya.
Baca Juga: DBD Meningkat di Kecamatan Jawilan, Total 37 Kasus Tercatat Sepanjang Tahun
Imas menyebutkan pihaknya akan terus melakukan skrining TBC ke berbagai pondok pesantren dan perusahaan guna mendeteksi sejak dini, mengingat penyakit tersebut dapat menular di lingkungan sekitar.
Imas berharap masyarakat, perusahaan, dan pihak pondok pesantren dapat bersikap terbuka saat dilakukan pemeriksaan TBC, sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit yang membutuhkan waktu pengobatan cukup lama tersebut.
“Kami berharap semua pihak mendukung kegiatan ini, karena TBC merupakan penyakit menular yang membutuhkan penanganan serius dan pengobatannya juga memerlukan waktu cukup lama,” katanya.
Editor : Erina Faiha