BerandaBeritaTurun Temurun, Warga di Desa Kemuning Geluti Sebagai Perajin Tikar Walingi

Turun Temurun, Warga di Desa Kemuning Geluti Sebagai Perajin Tikar Walingi

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Kerajinan anyaman tikar dari tamanan daun walingi merupakan ciri khas dari Desa Kemuning, Kecamatan Tunjungteja Kabupaten Serang sejak lama. Di Desa Kemuning ini sejumlah warga masih menjaga tradisi dari nenek moyang membuat tikar dari daun walingi untuk dijadikan alas duduk, sejadah ataupun yang lainnya.

Seperti salah satunya yang dilakukan oleh warga Desa Kemuning Omah mengaku, sudah puluhan tahun menggeluti pekerjaan sebagai pengrajin anyaman tikar walingi.

“Saya buat tikar ini dari jaman masih gadis, dulu orang tua saya juga sebagai perajin anyaman tikar atau samak walingi ini,” ungkapnya Selasa 12 Mei 2026.

Baca Juga: Seorang Ibu Muda di Lebak Sukses Menggeluti Usaha Cemilan

Ia menjelaskan dalam sehari mampu menghasilkan satu buah tikar walingi dari hasil nyaman tangannya, sementara untuk bahan-bahannya ia dapatkan dari sawah atau kebun di sekitar rumahnya.

“Daun walingi ini merupakan tumbuhan liar yang bisa tumbuh dimana saja, Sementara untuk satu tikar walingi Saya jual dengan harga Rp20.000,” ucapnya.

Kepala Desa Kemuning Sofwanudin mengaku, pihaknya akan selalu mendukung aktivitas di masyarakat terutama pembuatan tikar walingi yang merupakan dilakukan sejak turun temurun, meskipun sedikit menghilang dikarenakan daya jual yang cukup rendah.

“Daya jual tikar ini semakin rendah, apalagi banyak model tikar modern, tapi saya selalu kepala desa akan terus mendukung apalagi untuk menjadi tradisi budaya yang berada di desa,” ujarnya.

Ia juga menyebut, tikar walingi yang terbuat dari tanaman sejenis ilalang ini sangat adem ketika dipakai duduk ataupun yang lainnya.

“Dulu mitosnya kalau pakai tikar ini anak kecil yang mengalami sakit panas ditidurkan tikar ini dapat menghilangkan rasa sakit panas tersebut,” tuturnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Banten Resmikan Jalan Cor 800 Meter di Desa Kemuning

Pemdes Kemuning berharap UMKM yang ada berada di desa bisa terus berkembang dan maju terutama dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

“Kami berharap meskipun jaman telah berubah semoga tikar walingi ini bisa terus berkembang dan peminat pun semakin banyak,” pungkasnya.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -