BerandaBeritaModus Baru di Pandeglang, Nama Pejabat Eselon II Dicatut untuk Minta Uang

Modus Baru di Pandeglang, Nama Pejabat Eselon II Dicatut untuk Minta Uang

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Pasca pelantikan sembilan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan pejabat baru.

Pelaku diduga menggunakan modus menghubungi bagian keuangan maupun pegawai dinas untuk meminta sejumlah uang dengan mencatut nama pejabat yang baru dilantik.

Salah satu OPD yang menjadi sasaran yakni Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang.

“Kemarin ada oknum yang mengatasnamakan pimpinan kami yang baru untuk meminta sejumlah uang kepada bagian keuangan,” ujar Sekretaris Diskomsantik Pandeglang, Abdul Latif, Jumat 8 Mei 2026.

Baca Juga: Penyegaran Birokrasi, Bupati Dewi Lantik 94 Pejabat Administrator untuk Percepat Visi Pandeglang

Menurutnya, pihak dinas langsung melakukan pengecekan internal setelah menerima informasi tersebut. “Kami langsung klarifikasi dan ternyata itu tidak benar,” katanya.

ASN di Kabupaten Pandeglang diimbau waspada terhadap penipuan yang mencatut nama pejabat.
ASN di Kabupaten Pandeglang diimbau waspada terhadap penipuan yang mencatut nama pejabat.

Abdul Latif mengimbau seluruh pegawai agar lebih berhati-hati apabila menerima telepon, pesan singkat, maupun komunikasi lain yang mengatasnamakan pejabat tertentu.

“Jangan langsung percaya apalagi sampai mentransfer uang. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya kepada yang bersangkutan atau melalui jalur resmi,” tegasnya.

Ia menyebut modus serupa diduga juga menyasar beberapa OPD lain setelah pelantikan pejabat eselon II beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Lantik 9 Pejabat Pimpinan Pratama, Bupati: Harus Cepat Tanggap dalam Mengambil Kebijakan

Selain ASN, masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang memanfaatkan momentum tertentu.

“Jika menemukan atau mengalami kejadian serupa, segera laporkan kepada pihak berwenang agar tidak menimbulkan korban lainnya,” pungkas Abdul Latif.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -