Bantentv.com – Gunung Dukono yang terletak di utara Pulau Halmahera, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat, 8 Mei 2026. Dalam peristiwa tersebut, Kantor SAR Ternate telah mengevakuasi 17 pendaki hingga pukul 18.00 WIT.
Tiga Korban Meninggal Masih Terjebak di Area Gunung
Sementara itu, tiga orang pendaki dilaporkan meninggal dunia dan masih berada di kawasan pegunungan. Ketiga korban terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga negara Indonesia, dengan inisial HWQT, SM, dan E.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyebut proses evakuasi belum dapat dilakukan sepenuhnya karena kondisi Gunung Dukono masih terus mengalami erupsi.
Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi, Pendaki Diimbau untuk Tidak Mendekati Gunung
Korban Selamat Sudah Dievakuasi
Iwan menjelaskan, korban selamat asal Indonesia telah keluar dari rumah sakit. Sebagian dari mereka kini ditempatkan di Hotel Bianda, sementara lainnya masih menjalani pemeriksaan oleh Polres Halmahera Utara.
Namun, pihak SAR belum merinci jumlah pasti korban yang tengah diperiksa aparat kepolisian.
Polisi Selidiki Aktivitas Pendakian
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menyatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang mendampingi para pendaki tersebut.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Diimbau Tidak Melaut di Selat Sunda
Pasalnya, Gunung Dukono saat ini dalam status larangan pendakian sementara. Polisi juga menemukan adanya dugaan pelanggaran imbauan, meski sudah terdapat peringatan di pintu masuk pendakian.
“Ada spanduk larangan mendaki di pintu pendakian karena status waspada, tapi tidak diikuti karena ingin mencari konten,” ujarnya.
Status Gunung Masih Waspada
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada sejak 2008.
Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari, menjelaskan bahwa peningkatan status ke Level III (Siaga) masih belum diperlukan karena radius ancaman terhadap warga masih dianggap jauh.
Baca Juga: Simak! Ini Tips Aman Mendaki Gunung Saat Musim Hujan
Sementara itu, Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati, menyebut sebaran abu vulkanik mengarah ke wilayah utara sehingga berpotensi berdampak pada permukiman dan Kota Tobelo.
“Ini berpotensi hujan abu vulkanik yang bisa berdampak pada kesehatan masyarakat jika terhirup,” jelasnya.
Erupsi Masih Berlangsung
Berdasarkan laporan PVMBG, Gunung Dukono tercatat erupsi pada pukul 07.41 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 10.000 meter. Hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih terus berlangsung dengan intensitas abu tebal berwarna putih, kelabu hingga hitam ke arah utara.
Gunung Dukono sendiri dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dengan ratusan kali erupsi tercatat sepanjang 2026.
Baca Juga: Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mendaki Gunung
Dugaan Kelalaian Diselidiki
Kementerian Pariwisata telah mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono demi keselamatan wisatawan. Sementara itu, BNPB menduga adanya kelalaian dari pihak yang tetap membawa pendaki ke kawasan gunung meski sudah ada larangan resmi.
Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan terkait pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pendakian tersebut.
Editor : Erina Faiha