Serang, Bantentv.com – Sebanyak 326 desa di Kabupaten Serang telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, tidak semuanya mampu berkembang secara optimal dalam menjalankan usaha.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang mengakui masih banyak BUMDes yang menghadapi kendala, baik dari sisi manajemen maupun pengembangan bisnis.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Kabupaten Serang, Achmad Afandi, mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap aktivitas dan kendala yang dihadapi setiap BUMDes.
“Kami akan menginventarisir kegiatan BUMDes di 326 desa, termasuk kendala yang mereka hadapi,” ujarnya, Jumat 1 Mei 2026.
Baca Juga: BUMDes Bumi Tirtayasa Kembangkan Usaha Terintegrasi, dari Pariwisata hingga Ketahanan Pangan
Afandi menegaskan, BUMDes di Kabupaten Serang didorong untuk lebih aktif, terutama dalam mendukung sektor ketahanan pangan.
Menurutnya, potensi desa harus dimanfaatkan secara maksimal agar BUMDes bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
“BUMDes harus aktif, terutama di bidang ketahanan pangan. Ini penting untuk memperkuat ekonomi desa,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, DPMD telah memberikan pelatihan administrasi kepada 15 BUMDes bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ke depan, pelatihan akan terus dilanjutkan dengan menggandeng Kementerian Desa.
Baca Juga: DPMD Kabupaten Serang Pacu Pembentukan 326 Koperasi Merah Putih
“Pekan depan kami akan melatih 10 BUMDes di Kecamatan Cikeusal bersama Kemendes,” katanya.
Selain pelatihan, DPMD juga akan melakukan monitoring secara berkala dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Langkah ini diharapkan mampu mendorong BUMDes agar lebih mandiri dan berdaya saing.