BerandaBeritaKisah Haru di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Dari Cooler Bag ASI...

Kisah Haru di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Dari Cooler Bag ASI hingga Korban Ulang Tahun

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Di balik insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, tersimpan sejumlah kisah haru dari para korban selamat maupun keluarga korban.

Peristiwa tragis tersebut meninggalkan luka mendalam. PT KAI mencatat sebanyak 15 korban meninggal dunia, yang mayoritas merupakan perempuan. Hal ini diduga karena KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong paling belakang KRL yang dikhususkan untuk penumpang wanita.

Kisah Selamat Berkat Cooler Bag ASI

Pasca insiden, berbagai cerita pilu bermunculan di media sosial. Salah satunya dibagikan akun Threads @tsabitahsnah yang menceritakan pengalaman anggota keluarganya yang selamat dari kecelakaan.

“Kakak sepupuku kejebak di dalam, Alhamdulillah Allah kasih beliau selamat. Katanya dia kebentur dan hampir ketusuk pundak belakangnya, Alhamdulillah kehalang sama tas yang awalnya beliau nggak tau tas apa itu kok basah, ngeluarin air,” tulis keterangannya.

Baca Juga: Ramai Usulan Gerbong Perempuan di Tengah, Apakah Lebih Aman?

Korban tersebut hampir tertusuk besi bodi kereta akibat benturan keras. Namun, nyawanya berhasil terselamatkan berkat sebuah cooler bag berisi ASI yang menahan benturan.

Threads yang membagikan cerita  pilu dibalik insiden kereta Bekasi (Foto : Threads/tsabitahsnah)
Threads yang membagikan cerita pilu dibalik insiden kereta Bekasi (Foto : Threads/tsabitahsnah)

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban baru menyadari bahwa tas tersebut berisi kantong ASI yang bocor.

“Pelan-pelan dia nyelamatin diri sambil megangin tas itu, pas dilihat cooler bag dan dia buka isinya, plastik ASI yang sudah bocor,” sambungnya.

Screenshoot chat keluarga dengan korban selamat dari insiden kecelakaan kereta di Bekasi (Foto : Threads/tsabitahsnah)
Screenshoot chat keluarga dengan korban selamat dari insiden kecelakaan kereta di Bekasi (Foto : Threads/tsabitahsnah)

Selain itu, petugas dan relawan juga menemukan banyak cooler bag ASI di dalam gerbong wanita. Temuan ini menggambarkan perjuangan para ibu dalam memenuhi kebutuhan buah hati mereka, bahkan di tengah perjalanan.

Baca Juga: Dirut KAI Tanggapi Usulan Menteri PPPA soal Gerbong Perempuan di Tengah

Delapan Korban Selamat Berulang Tahun di Hari Kejadian

Kisah lain yang menyita perhatian adalah adanya korban selamat yang berulang tahun tepat di hari kejadian, 27 April.

Berdasarkan data yang beredar, setidaknya delapan korban selamat memiliki tanggal lahir yang sama dengan hari terjadinya kecelakaan.

Ironisnya, hari yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi tragedi yang meninggalkan trauma mendalam.

Berikut daftar korban selamat yang berulang tahun pada 27 April:

  • Hari Sepriyansyah (27 April 1996)
  • Rudi Saputra (27 April 1996)
  • Muchlis (27 April 1996)
  • Yuliana (27 April 1997)
  • Riki (27 April 2001)
  • Astevani Sofia (27 April 2004)
  • M. Anwar (27 April 1996)
  • Rivan (27 April 1994)

Baca Juga: Pasca Insiden Kereta di Bekasi Timur, Kemenhub Langsung Sidak Pool Taksi Green SM

Identitas Korban Terungkap Lewat Lanyard

Kisah haru juga datang dari salah satu korban meninggal dunia yang sempat tidak dapat diidentifikasi karena tidak ditemukan kartu identitas.

Tas milik korban tidak diketahui keberadaannya, sehingga menyulitkan proses identifikasi. Namun, sebuah lanyard yang masih tergantung di leher korban menjadi petunjuk penting.

“Ada salah satu korban MD kereta bekasi semalam tidak ditemukan tanda pengenal lain karena tas nya ntah dimana. Tau gak gmn tuhan kasi jalan. Lanyard.. Lanyard tempat dia kerja masih tergantung di lehernya. Akhirnya pihak RS bisa hub kantor tempat alm bekerja dan dia bisa dipulangkan ke rumah duka. Innalillahi wainnailaihi rojiun” tulis akun X @haixense.

Screenshoot tweet di X (Foto : X/haixense)
Screenshoot tweet di X (Foto : X/haixense)

Melalui lanyard tersebut, pihak rumah sakit akhirnya dapat menghubungi tempat korban bekerja hingga jenazah dapat dipulangkan ke pihak keluarga.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -