Serang, Bantentv.com – Puskesmas Jawilan, Kabupaten Serang, melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus skrining tuberkulosis (TBC) bagi kalangan santri di Pondok Pesantren Daar El Hasanah, Desa Jawilan, Kecamatan Jawilan, Rabu, 22 April 2026.
Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah, serta pemeriksaan dahak untuk mendeteksi kemungkinan tuberkulosis sejak dini.
Kepala Puskesmas Jawilan, Imas Migiarti, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Serang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang untuk meningkatkan deteksi dini kasus tuberkulosis di masyarakat.
“Sesuai arahan Ibu Bupati, kami melakukan skrining tuberkulosis lebih dini. Program ini menyasar pondok pesantren dan perusahaan,” ujarnya.
Baca Juga: Ratusan Warga Warunggunung Kabupaten Lebak Ikuti Skrining Kesehatan Paru Gratis
Dalam pelaksanaannya, skrining di Pondok Pesantren Daar El Hasanah menargetkan sekitar 500 santri. Pemeriksaan dilakukan dengan mengidentifikasi keluhan, seperti batuk yang berlangsung selama dua minggu, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel dahak untuk diuji di laboratorium.

Puskesmas Jawilan berharap melalui program CKG dan skrining tuberkulosis ini, para santri dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini serta meningkatkan kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Saya berharap para santri dapat selalu menjaga kesehatan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tambahnya.
Baca Juga: Puskesmas Jawilan Mulai Layani Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Pimpinan Pondok Pesantren Daar El Hasanah, KH Bakroni Latar, menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi perhatian Puskesmas Jawilan terhadap kesehatan para santri.
“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas adanya program cek kesehatan gratis bagi santri kami,” ucapnya.
Menurutnya, program tersebut memberikan dampak positif bagi kesehatan santri sehingga proses belajar dapat berjalan lebih nyaman.
“Dampaknya sangat baik, dengan kondisi tubuh yang sehat para santri dapat belajar dengan lebih nyaman,” pungkasnya.
Editor : Erina Faiha