Bantentv.com – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis masjid mulai dilirik sebagai terobosan baru. Hal ini dilakukan dalam memperkuat pendidikan karakter anak di Provinsi Banten. Konsep ini dinilai mampu menggabungkan pendidikan formal dengan pembekalan nilai keagamaan sejak usia dini.
Bunda PAUD Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menyambut positif inisiatif tersebut saat menerima audiensi Badan Koordinasi Taman Kanak-kanak Islam Indonesia Dewan Masjid Indonesia (BKTKI-DMI) Provinsi Banten di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis 9 April 2026.
Menurut Tinawati, keberadaan PAUD berbasis masjid dapat menjadi solusi dalam membentuk karakter anak sejak dini. Selain itu, keberadaan PAUD tersebut dapat memperkuat nilai moral dan spiritual di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: Tinawati Andra Soni Dorong Peningkatan Kualitas Layanan PAUD
“Alhamdulillah, hari ini kami berdiskusi bersama BKTKI-DMI Provinsi Banten, mendengarkan masukan dan harapan ke depan bagaimana mengelola PAUD berbasis masjid,” ujar Tinawati.
Ia menilai, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Dengan memanfaatkan masjid sebagai ruang belajar, anak-anak diharapkan mendapatkan pendidikan yang lebih menyeluruh.
Sebagai bentuk dukungan, Tinawati mengaku akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak. Agar pengembangan PAUD berbasis masjid dapat berjalan optimal di Banten.
Sementara itu, Ketua BKTKI-DMI Provinsi Banten, Tutiyanah, mengatakan pihaknya menyambut baik respons positif dari Bunda PAUD Provinsi Banten.
Ia menyebut organisasi yang dipimpinnya masih tergolong baru dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Baca Juga: Tinawati Hadiri Apresiasi Bunda PAUD Nasional, Tegaskan Komitmen Penguatan PAUD di Banten
“BKTKI-DMI Provinsi Banten baru dibentuk pada November 2025. Audiensi ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi dengan Bunda PAUD Provinsi Banten,” ujarnya.
Ia berharap PAUD berbasis masjid dapat berkembang di berbagai daerah di Banten. Dengan begitu, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai keagamaan.