BerandaHiburanKetupat Jadi Sajian Utama saat Lebaran, Ini Asal-usulnya!

Ketupat Jadi Sajian Utama saat Lebaran, Ini Asal-usulnya!

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Momen Idulfitri atau Lebaran menjadi momen yang amat dinanti oleh seluruh umat muslim di dunia.

Dalam hari raya besar ini dijadikan sebagai momen yang tepat untuk saling bersilaturahim dan maaf memaafkan. Selain itu Idulfitri juga identik dengan hari kemenagan.

Bagaimana tidak, setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, tepat 1 Syawal umat muslim merayakan kebahagian dan kemenangan karena telah mampu menahan hawa nafsu sebulan penuh.

Tak hanya menjadi hari raya, Idulfitri juga memiliki kekhasan tersendiri terutama terkait sajian lebaran. Ketupat adalah salah satu menu wajib yang sering disajikan saat lebaran.

Ketupat berbahan dasar beras itu, dibungkus daun janur kuning, dan dikukus hingga matang, lalu disajikan dengan lauk pauk seperti opor ayam rendang dan lainnya.

Ketupat selalu ada di meja makan saat lebaran. Bentuknya yang khas itu diibaratkan mampu merekatkan persaudaraan karena simbol daun kelapa muda yang dianyam menjadi satu.

Lantas bagaimana sejarah ketupat hingga menjadi sajian lebaran?

Dikutip dari berbagai sumber, seorang sejarawan Belanda yang menulis sejarah Jawa, dalam karya tulisannya Malay Annual, ketupat pertama kali muncul di tanah Jawa sejak abad ke-15, pada masa pemerintahan Kerajaan Demak.

Kala itu adalah Sunan Kalijaga yang memperkenalkan ketuoat pertama kali dalam rangka berdakwah menyebarkan agama Islam ke tanah Jawa yang otabene sukit diIslamkan karena masyarakat Jawa sudah punya sistem kepercayaan sendiri yang dikenal sebagai Kejawen.

Dalam menyebarkan agama Islam tersebut, Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan budaya.

Ketupat inilah sebagai salah satu simbol budaya yang dipilih karena dianggap bisa dekat dengan kebudayaan masyarakat Jawa saat itu.

  Baca Juga: Kue Kacang Klasik, Sajian Nostalgia Lebaran yang Gurih dan Menggoda

Melalui ketupat, penyebaran agama Islam akhirnya bisa diterima luas, banyak yang pada akhirnya memeluk agama Islam.

Tak ayal, kini ketupat selalu menjadi simbol dalam perayaan keagamaan khususnya agama Islam.

Maka di momen hari raya dul fitri pun sebagai hari raya agama Islam, ketupat menjadi bagian budaya yang tidak terpisahkan. Ketupat sebagai simbol pererat, juga sebagai kemenangan.

Maka tak salah, saat berlebaran menyajikan ketupat dan lauk pauk penyertanya. Selamat lebaran.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -