Bantentv.com – Tradisi mudik Lebaran di Indonesia kembali memasuki babak baru pada tahun 2026. Berdasarkan hasil survei nasional yang dirilis oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), diprediksi sebanyak 143,91 juta orang akan melakukan pergerakan selama masa Angkutan Lebaran tahun ini.
Angka masif ini mencakup sekitar 50,6% dari total populasi penduduk Indonesia yang diproyeksikan akan memadati jalur-jalur transportasi nasional.
Berdasarkan data tahun 2025, pergerakan masyarakat ternyata melampaui ekspektasi awal. Dari estimasi awal sebanyak 146 juta pemudik, realisasinya mencapai 154,6 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 5,6% dari prediksi semula.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa kemampuan finansial serta keinginan masyarakat untuk bersilaturahmi tetap kuat.
Salah satu poin penting dalam data Kemenhub tahun ini adalah posisi Provinsi Jawa Barat sebagai daerah asal pemudik terbanyak. Tercatat sebanyak 30,97 juta orang atau sekitar 21,5% dari total pemudik nasional akan berangkat dari wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Dirut PLN Tinjau Langsung Fasilitas Pengisian Kendaraan Listrik Guna Layani Pemudik
Angka ini melampaui provinsi lain seperti DKI Jakarta yang menyumbang 19,93 juta orang dan Jawa Timur dengan 17,12 juta orang.
Di tingkat kabupaten/kota, konsentrasi keberangkatan didominasi wilayah penyangga ibu kota dan kawasan industri, seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, serta Jakarta Timur.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Jawa Barat bukan sekadar wilayah lintasan, melainkan salah satu sumber utama arus mudik menuju berbagai daerah di Indonesia.
Jika Jawa Barat menjadi daerah asal terbesar, maka Jawa Tengah tetap menjadi tujuan mudik utama. Kemenhub memprediksi sebanyak 38,71 juta orang akan menuju provinsi tersebut. Setelah itu disusul Jawa Timur dengan 27,29 juta orang serta Jawa Barat sebagai daerah tujuan bagi sekitar 25,09 juta pemudik.
Tingginya jumlah pemudik menuju Jawa Tengah diperkirakan akan memberikan tekanan besar pada sejumlah titik krusial, terutama di Gerbang Tol Kalikangkung. Penumpukan kendaraan diprediksi terjadi lebih awal karena faktor kalender.
Pada tahun ini, Idulfitri jatuh berdekatan dengan Hari Raya Nyepi sehingga mendorong masyarakat berangkat dalam rentang waktu libur yang relatif sempit.
Baca Juga: Petugas di Posyan Cikande Dicek Kesehatan, Pastikan Prima Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran
Secara umum, pola perjalanan pemudik juga mulai terpetakan, di antaranya sekitar 50,63 juta pengguna mobil diperkirakan akan memanfaatkan jaringan jalan tol.
Sementara 8,65 juta pengguna sepeda motor diprediksi memilih jalur alternatif di luar jalur utama untuk menghindari kemacetan.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa data ini menjadi dasar utama bagi pemerintah dalam menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas.
Meski secara persentase terjadi penurunan tipis sekitar 1,75% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 154,6 juta orang, konsentrasi pergerakan pemudik pada 2026 tetap menuntut kesiapan penuh infrastruktur nasional guna menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan.
Artikel ini ditulis oleh [ Diroya Khotma Romdhona ], peserta program magang di Bantentv.com. Konten telah melalui proses penyuntingan oleh tim redaksi.