Cilegon, Bantentv.com – Arus kendaraan truk logistik mulai memadati kawasan Simpang Exit Tol Cilegon Timur, Kamis dini hari 12 Maret 2026. Kepadatan ini terjadi menjelang pemberlakuan pembatasan operasional truk logistik pada masa angkutan Lebaran 2026.
Kepadatan terjadi setelah sejumlah kendaraan logistik mulai diarahkan menuju Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara.
Namun dari pantauan di lapangan, sebagian sopir truk yang keluar dari Exit Tol Cilegon Timur justru memilih memutar balik. Setelah itu mereka kembali masuk ke ruas tol untuk menuju Pelabuhan Merak.
Baca Juga: Sebelum Pembatasan 13 Maret, Truk Logistik Padati Pelabuhan Merak
Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar simpang Exit Tol Cilegon Timur sempat mengalami kepadatan.
Pengalihan arus kendaraan logistik ini dilakukan menjelang diberlakukannya pembatasan operasional truk angkutan barang pada 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB. Selain LSD, pembatasan juga akan berlaku hingga 29 Maret 2026.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pengaturan arus kendaraan selama masa angkutan Lebaran guna mengurangi kepadatan menuju Pelabuhan Merak.
Polda Banten Siapkan Skema Pengaturan
Sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memastikan tiga pelabuhan utama di Banten telah disiapkan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Hal itu disampaikan saat melakukan pengecekan pos pengamanan di satisfying jalur mudik dan pelabuhan di wilayah Provinsi Banten. Pengecekan dilakukan pada hari Rabu 11 Maret 2026.
“Penyekatan akan dialihkan di Cilegon Timur mulai pukul 15.00 WIB. Kendaraan golongan 5B dan 6B akan diarahkan ke Pelabuhan Ciwandan, sedangkan kendaraan sumbu tiga atau golongan 7, 8, dan 9 diarahkan ke Pelabuhan BBJ,” ujar Hengki.
Sementara itu, Pelabuhan Merak difokuskan untuk melayani pejalan kaki, mobil pribadi, dan bus.
Dalam pengamanan arus mudik tahun ini, Polda Banten juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung.
Baca Juga: Kapolda Banten Pastikan 3 Pelabuhan Utama Siap Hadapi Arus Mudik
Tercatat terdapat 6 pos terpadu, 39 pos pengamanan, serta 10 pos pelayanan yang disiagakan di jalur mudik dan kawasan pelabuhan.
Selain pengaturan lalu lintas, pihak kepolisian juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas penyeberangan.