Serang, Bantentv.com – Petugas gabungan melakukan pengambilan sampel secara acak terhadap berbagai jenis makanan yang dijual di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Selasa siang.
Sebanyak 33 sampel diuji, di antaranya tahu, cincau, sotong, bakso, jajanan anak, dan produk lainnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan mie kuning positif mengandung formalin, teri Medan positif formalin, serta kerupuk melarat positif mengandung rodamin B.
Kepala Balai Besar POM Serang, Fauzi Ferdiansyah, menegaskan bahan berbahaya tidak boleh digunakan dalam makanan karena dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.
“Dari 33 sampel ada tiga yang positif mengandung zat berbahaya. Mie kuning positif formalin, teri nasi atau teri medan positif formalin, kerupuk melarat positif Rhodamin B (pewarna tekstil-red),” ungkap Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang Fauzi Ferdiansyah.
Baca Juga: Pemkab Tangerang dan BPOM Temukan Makanan Berformalin Saat Sidak di Pasar Gudang Tigaraksa
Terhadap temuan ini, petugas akan melakukan tindak lanjut kepada para penjual. Jika masih ditemukan menjual produk berbahaya, maka akan ditarik dan diamankan.
“Bahan-bahan berbahaya tidak boleh digunakan untuk makanan. Tentunya akan memberikan efek buruk bagi kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, akan dilakukan penelusuran ke tempat produksi agar produksi dihentikan, sehingga pedagang tidak lagi menjual produk tersebut.
Baca Juga: Sidak Ramadan, BPOM Temukan Teri Berformalin di Pasar Badak Pandeglang
Menurut Fauzi, dampak konsumsi bahan berbahaya dapat menyebabkan reaksi alergi, kemerahan pada kulit, gangguan pencernaan, serta kerusakan hati dan ginjal. Bahkan dalam jangka panjang dapat memicu kanker dan berisiko menyebabkan kematian.
“Bahaya apabila dikonsumsi, akan mengakibatkan macam-macam reaksi secara langsung seperti reaksi alergi, merah-merah, ruam, terjadi gangguan di pencernaan, dan dalam jangka panjang terjadi kerusakan hati dan ginjal, termasuk memicu kanker dan cukup berbahaya bisa menyebabkan kematian,” kata Fauzi.
Ia menyebut, dibandingkan tahun lalu, jumlah temuan positif tahun ini lebih sedikit. Tahun lalu hampir semua sampel positif dan telah dilakukan pembinaan, sedangkan tahun ini sebagian besar sudah negatif.
Petugas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih makanan untuk sahur maupun berbuka puasa. Dengan memastikan keamanan pangan, diharapkan ibadah Ramadan dapat dijalankan dengan sehat dan aman.
Editor : Erina Faiha