Pandeglang, Bantentv.com – Setelah berminggu-minggu warga harus memutar jalan dan menahan aktivitas akibat jembatan roboh, harapan itu akhirnya datang. Jembatan Bailey di Desa Sinarjaya, Kecamatan Mandalawangi, kini resmi bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Hal ini mengembalikan denyut kehidupan masyarakat setempat.
Sebelumnya, ambruknya jembatan akibat dasar penyangga tergerus aliran sungai membuat akses utama warga terputus.
Anak-anak kesulitan berangkat sekolah, hasil pertanian terhambat didistribusikan, dan roda ekonomi warga nyaris berhenti.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyebut dibukanya Jembatan Bailey di desa Sinarjaya menjadi langkah cepat. Hal ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak terus terdampak akibat kerusakan infrastruktur vital.
Baca Juga: Pasca Jembatan Ambruk, Pemprov Banten Pasang Bailey di Mandalawangi
“Alhamdulillah, hari ini Jembatan Bailey sudah bisa dilalui. Ini adalah hasil kolaborasi pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan infrastruktur yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat segera ditangani,” ujar Dewi Setiani saat meninjau lokasi, Jumat 13 Februari 2026.
Dengan kembali terbukanya akses penghubung antarwilayah, mobilitas warga Desa Sinarjaya perlahan pulih.
Distribusi hasil pertanian, kebutuhan pokok, hingga aktivitas kerja masyarakat kembali bergerak setelah sebelumnya sempat terhambat total.
Bupati Dewi menegaskan, kehadiran jembatan sementara ini bukan sekadar solusi teknis. Namun, ini adalah bentuk kehadiran negara saat masyarakat membutuhkan akses yang aman dan layak.
“Kami berharap jembatan ini mampu mengembalikan aktivitas ekonomi warga dan memastikan kehidupan masyarakat bisa kembali berjalan normal,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dewi juga mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak. Apresiasi diberikan mulai dari jajaran pemerintah, TNI/Polri, hingga masyarakat yang turut bergotong royong mendukung proses percepatan pemasangan jembatan.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang memastikan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat. Tujuannya, agar setiap persoalan infrastruktur yang mengancam keselamatan dan aktivitas warga dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.