BerandaEkonomiBisnisTetap Eksis! Pengrajin Sapu Lidi di Lebak Bertahan di Tengah Tantangan

Tetap Eksis! Pengrajin Sapu Lidi di Lebak Bertahan di Tengah Tantangan

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Usaha kerajinan sapu lidi dari pohon sawit terus berkembang di sejumlah kampung di Kabupaten Lebak, terutama di wilayah Rangkasbitung.

Di balik aktivitas produksi tersebut, para pengrajin dan pengepul berharap kesejahteraan mereka meningkat melalui pembinaan dan perluasan pasar.

Salah satu pengrajin, Ibu Emur, warga Kampung Bahbul, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, menekuni usaha pembuatan sapu lidi sejak sekitar satu tahun terakhir.

Baca Juga: Desa Sindangheula, Sentra Kerajinan Sapu Lidi di Serang

‎“Diambilnya dari perkebunan. Kalau ada yang panen baru ambil, kalau enggak ada panen ya enggak,” ujarnya.

Ia mampu menghasilkan 7 hingga 10 ikat sapu per hari, tergantung ketersediaan bahan baku yang diperoleh dari perkebunan sawit sekitar saat musim panen.

“Enggak tentu ambilnya, tergantung banyaknya lidi,” jelas Ibu Emur.

Baca Juga: Puluhan Perajin Sapu Lidi di Desa Sindangheula Diberi Pelatihan Khusus

Sapu lidi tersebut dibeli pengepul dengan harga Rp1.800 per ikat, meski pengambilan tidak menentu, terkadang dua minggu sekali atau bahkan sebulan sekali.

Ustad Uci, pengepul sapu lidi, menekuni usaha pengumpulan lidi sawit selama sekitar dua tahun, dan terlibat di bisnis lidi hampir lima tahun.

Ia mengumpulkan hasil produksi dari beberapa kampung, kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp2.300 per ikat ke pembeli dari Tangerang, Serang, dan Legok. Pengambilan bisa mencapai 1.000–2.000 ikat sekali angkut, menyesuaikan kebutuhan pembeli.

“Kalau jadi pengumpul kurang lebih dua tahun. Tapi bekerja di lidi hampir lima tahun,” katanya.

Ustad Uci berharap usaha sapu lidi yang kini hampir ada di setiap kampung, termasuk Desa Citeras, Cimangeunteung, dan Sindangmulya, mendapat pembinaan dan perluasan pasar agar pelaku usaha lebih sejahtera.

‎“Produk sapu ini sudah memasyarakat. Hampir setiap kampung bikin. Harapannya, pelaku usaha bisa lebih sejahtera,” ujarnya.

Para pengrajin juga berharap potensi ekonomi dari pohon sawit ini dapat memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat desa.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -