BerandaBeritaJejak Panjang Karier Iman Rachman, dari Investment Banker hingga Dirut BEI

Jejak Panjang Karier Iman Rachman, dari Investment Banker hingga Dirut BEI

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat, 30 Januari 2026.

Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui keterangan resmi yang dimuat di laman BEI. Dalam pernyataan itu, dijelaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia yang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

“Sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi Pasar Modal Indonesia selama beberapa waktu ke belakang, pada hari ini, Jumat (30/1), Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundurkan diri. Selanjutnya, Manajemen BEI akan menjalankan prosedur sesuai dengan dokumen tata kelola perusahaan dan ketentuan yang berlaku,” tulis BEI dalam keterangan resminya.

Bentuk Tanggung Jawab atas Pelemahan Pasar Modal

Keputusan Iman Rachman mundur dari kursi Direktur Utama BEI tak lepas dari tekanan yang melanda pasar modal nasional. Memasuki awal 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan tajam, dipicu oleh sentimen global serta kondisi domestik yang kurang kondusif.

Baca Juga: Direktur Utama BEI, Iman Rachman Mengundurkan Diri

Di tengah situasi tersebut, Iman memilih mengakhiri masa jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kondisi pasar yang terjadi.

Pendidikan dan Latar Belakang Akademik

Iman Rachman lahir di Jakarta pada 31 Mei 1972. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, lulus pada 1995. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Leeds University Business School, Inggris, dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) bidang keuangan pada 1997.

Karier Awal di Dunia Pasar Modal

Karier profesional Iman di industri keuangan dimulai pada 1998 di PT Danareksa Sekuritas sebagai manajer. Dari perusahaan inilah ia mulai membangun reputasi di bidang pasar modal, khususnya dalam transaksi korporasi dan layanan investment banking.

Baca Juga: IHSG Masih Berpeluang Alami Penguatan, Beberapa Saham Dijagokan

Peran Strategis di Mandiri Sekuritas

Nama Iman Rachman semakin dikenal luas setelah bergabung dengan PT Mandiri Sekuritas. Ia menempati sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai pimpinan divisi investment banking selama lebih dari satu dekade.

Selama periode tersebut, Iman terlibat dalam berbagai transaksi besar, seperti penawaran umum perdana (IPO), rights issue, serta aksi korporasi berskala nasional. Pengalaman ini mengukuhkannya sebagai salah satu profesional senior di industri pasar modal Indonesia.

Pengalaman di Jajaran Direksi BUMN

Tak hanya berkiprah di sektor sekuritas, Iman juga dipercaya menduduki posisi direksi di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Pada 2016, ia menjabat Direktur Keuangan Pelindo II, kemudian melanjutkan peran serupa di Pelindo III pada 2018.

Pada 2019, Iman dipercaya sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Setahun kemudian, ia ditunjuk sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero), dengan fokus pada agenda strategis dan transformasi bisnis perusahaan.

Menjabat Dirut BEI hingga Akhir 2025

Iman Rachman resmi menjabat sebagai Direktur Utama BEI pada 2022, menggantikan Inarno Djajadi, untuk periode jabatan 2022–2026. Selama kepemimpinannya, BEI mencatat sejumlah agenda penting, mulai dari peningkatan jumlah investor ritel, penguatan sistem perdagangan, hingga pengembangan produk pasar modal.

Namun, tekanan pasar yang meningkat di awal 2026 akhirnya mengakhiri masa kepemimpinan Iman Rachman di Bursa Efek Indonesia.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -