BerandaBerita51 Hektare Sawah Puso Akibat Banjir, Bantuan Benih Disiapkan

51 Hektare Sawah Puso Akibat Banjir, Bantuan Benih Disiapkan

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Sebanyak 51 hektare sawah di Provinsi Banten dilaporkan mengalami puso atau gagal panen akibat banjir yang terjadi pada musim tanam 2025–2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Pertanian Provinsi Banten yang menyatakan kesiapan untuk menyalurkan bantuan benih kepada petani terdampak sebagai bagian dari penanganan pascabencana.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif dengan memanfaatkan cadangan benih daerah.

Bantuan ini akan diberikan setelah proses pendataan dan penanganan awal pascabanjir selesai dilakukan.

Baca Juga: DKPP Serang Ajukan Bantuan Benih Padi ke Pemprov Banten

“Untuk pasca bencana bisa kami nanti beri bantuan benih. Kami akan keluarkan cadangan benih daerah,” ungkap Agus.

Berdasarkan data sementara, total sawah di Banten yang terdampak banjir sejak awal musim tanam yang dimulai pada 2 Desember hingga saat ini mencapai 1.801 hektare.

Dari jumlah tersebut, wilayah Pandeglang tercatat paling luas terdampak dengan luasan mencapai 800 hektare, meski yang mengalami puso tercatat 1 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Lebak mencatat 153 hektare terdampak dengan 50 hektare di antaranya mengalami gagal panen.

51 hektare sawah puso akibat banjir pada musim tanam 2025–2026 (Bantentv.com/ Hendra)
51 hektare sawah puso akibat banjir pada musim tanam 2025–2026 (Bantentv.com/ Hendra)

Selain dua daerah tersebut, Kabupaten Tangerang juga terdampak banjir dengan luasan sekitar 124 hektare. Kabupaten Serang tercatat 561 hektare dan Kota Serang 102 hektare.

Namun, di tiga wilayah terakhir tersebut, kondisi tanaman masih dapat diselamatkan sehingga tidak masuk kategori puso.

Agus menyampaikan bahwa kondisi sawah di daerah-daerah tersebut masih memungkinkan untuk dipulihkan dengan penanganan teknis di tingkat lokal.

Meski demikian, Agus menegaskan bahwa data luasan terdampak masih bersifat dinamis dan berpotensi berkembang seiring dengan cuaca dan kondisi lapangan.

Oleh karena itu, Distan Banten terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan data yang akurat serta menentukan langkah lanjutan yang tepat.

“Sepanjang Distan masih bisa atasi, akan kami atasi di tingkat lokal daerah, kecuali hal yang besar, tentu kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat atau nasional,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut, Distan Banten memastikan bantuan benih dari cadangan benih daerah akan disalurkan kepada petani yang sawah-nya mengalami puso.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -