BerandaBeritaSampah Menggunung di Serpong Disemprot Bio-Wash

Sampah Menggunung di Serpong Disemprot Bio-Wash

Saluran WhatsApp

Tangsel, Bantentv.com – Penanganan tumpukan sampah dilakukan di sekitar Pasar Serpong dan Jalan Raya Serpong yang dalam beberapa hari terakhir membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Bau menyengat bahkan tercium hingga area puskesmas sehingga memicu kekhawatiran warga dan pengunjung.

Camat Serpong, Syaifuddin, menyebut penyemprotan dilakukan sebagai langkah cepat untuk meredam bau sampah. Meski tidak mengetahui secara rinci kandungan cairan yang digunakan, ia memastikan kondisi di lokasi berangsur membaik.

“Hari ini kami bersama teman-teman dari DLH merapikan sampah di sekitar Pasar Serpong dan Jalan Raya Serpong yang mengarah ke kantor DPRD Kota Tangerang Selatan. Sampah ini sudah beberapa hari menumpuk dan menimbulkan bau,” kata Syaifuddin.

Baca Juga: Sampah Menumpuk di TPA Cipeucang, Warga Keluhkan Bau dan Krisis Air Bersih

Syaifuddin juga menegaskan pihak kecamatan akan melakukan pengawasan lanjutan agar penumpukan sampah serupa tidak terulang. Koordinasi dengan RT, lurah, dan unsur terkait akan ditingkatkan, terutama di titik-titik rawan pembuangan sampah liar.

“Yang jelas setelah disemprot cairan dari DLH, bau sampah berkurang sehingga masyarakat tidak terlalu terganggu,” ujarnya.

Pihaknya berharap TPA Cipeucang segera kembali beroperasi agar pelayanan pengangkutan sampah kembali normal.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat TPA Cipeucang bisa kembali melayani masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas DLH Kota Tangerang Selatan, Firda Yofiyana, menjelaskan penyemprotan menggunakan cairan bio-wash milik UPT TPA Cipeucang. Cairan tersebut biasa digunakan untuk menangani bau di area TPA.

Baca Juga: Persoalan TPA Bangkonol, Dewi Setiani Minta KLHK Bantu Atasi Masalah

Setelah disemprot, sampah langsung ditutup terpal untuk menekan bau agar tidak menyebar.

“Kami melakukan penyemprotan dan penutupan menggunakan terpal karena bau yang ditimbulkan sudah sangat menyengat,” kata Firda.

Firda mengungkapkan penumpukan terjadi akibat penutupan sementara layanan pembuangan sampah ke TPA Cipeucang sejak awal pekan. DLH menegaskan sampah yang menumpuk merupakan sampah liar tanpa retribusi resmi dan diduga berasal dari luar wilayah.

“Kami akan bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk pengawasan. Ke depan, akan diupayakan pengawasan agar tidak ada lagi pembuangan sampah sembarangan,” ujarnya.

Minimnya pengawasan, terutama pada malam hingga dini hari, menjadi salah satu pemicu. Ke depan, DLH dan pihak kecamatan akan meningkatkan pengawasan, termasuk wacana penempatan petugas piket di lokasi rawan.

Masyarakat diimbau untuk menampung sampah di lingkungan masing-masing sementara waktu sampai TPA Cipeucang kembali beroperasi dan pengangkutan sampah normal kembali.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -